Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN PEMBANGUNAN WILAYAH BERWAWASANKELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Iqbal, Muhammad Iqbal Inayatullah; Abidin, Zaenal; Priatna, Asep; Darliah, Darliah; Al-Bahri, Sayyidah Junaidah; Sofwan, Prima Yuana; Sunyoto, Joni Bambang
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 9 No. 2 (2025): Inovasi Pengembangan UMKM, Penguatan SDM, dan Transformasi Berbasis Teknologi u
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v9i2.2448

Abstract

Regional development in the modern era faces major challenges in maintaining a balance between economic growth, social welfare, and environmental sustainability. Uncontrolled development activities often lead to ecological degradation, necessitating an environmentally-conscious development management model. This study aims to examine regional development management strategies based on Village Community Health Development (PKMD) by emphasising the role of institutions, community participation, and cross-sector collaboration in supporting environmental sustainability. The research uses a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), participatory observation, and documentation studies, then analysed using the interactive model of Miles, Huberman, & Saldaña. The results of the study show that the success of PKMD is determined by three main aspects: first, the application of an integrated operational approach through cross-sectoral, multidisciplinary, and educational synergies; second, the transformation of the role of community health centres from health service providers to catalysts for social innovation; and third, active community participation that gives rise to self-help initiatives, such as the management of the Village Waste Bank. However, challenges remain in the form of weak cross-sector coordination, low environmental literacy, and limited funding sources. The implications of this study reinforce the theory of systems thinking and the Health in All Policies (HiAP) paradigm, as well as emphasising the importance of participatory-collaborative development governance. In practical terms, the results of this study encourage the strengthening of cross-sector coordination forums, capacity building of community health centres (Puskesmas) on environmental issues, and diversification of financing through CSR and green financing. Thus, an environmentally-friendly regional development management model can be a strategic instrument to promote sustainable village development in Indonesia Keywords: Regional Development Management, PKMD, Community Participation, Puskesmas, Environmental Sustainability
Pemberdayaan SDM Pengrajin Batik Melalui Pelatihan Manajemen Usaha dan Kepemimpinan Kreatif di Kota Sukabumi Sumarna, Andri; Haryono, Merda Budi; Mulyani, Lia; Prawinegara, Jerman; Upa, Fatmawati Pua; Al-Bahri, Sayyidah Junaidah; Qusyaeri, Fikri; Purwanto, Purwanto; Abidin, Zaenal; Mochtar, Solihin; Hayat, Punjul Saeful; Yuliana, Rena; Agus Ramdhan, R. Moch
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3151

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberdayakan SDM pengrajin batik di Kota Sukabumi melalui pelatihan manajemen usaha dan kepemimpinan kreatif sebagai strategi peningkatan daya saing UMKM batik. Program dirancang dengan pendekatan pemberdayaan partisipatif (participatory learning and action) yang mencakup tahap asesmen kebutuhan, penyusunan modul dan toolkit, pelatihan terapan berbasis andragogi, pendampingan implementasi, serta evaluasi bertahap (baseline–pasca pelatihan–pasca pendampingan). Materi manajemen usaha difokuskan pada pemisahan keuangan pribadi-usaha, pencatatan transaksi, rekap arus kas, perhitungan biaya produksi dan harga pokok, penetapan harga berbasis biaya, serta perencanaan penjualan. Materi kepemimpinan kreatif diarahkan pada perumusan visi produk, fasilitasi ide/motif, komunikasi kolaboratif, dan pengambilan keputusan adaptif berbasis informasi sederhana dari respons pasar, yang diintegrasikan dengan penguatan branding dan pemasaran digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan terjadinya penguatan kompetensi manajerial dan perilaku kepemimpinan kreatif yang terverifikasi melalui bukti penerapan, antara lain terbentuknya pembukuan sederhana yang berjalan, kalkulasi biaya dan penetapan harga pada produk unggulan, SOP sederhana alur produksi dan pembagian peran, serta meningkatnya konsistensi promosi melalui kalender konten dan publikasi materi pemasaran. Integrasi pelatihan manajemen usaha dan kepemimpinan kreatif mendorong perubahan praktik usaha yang lebih adaptif dan inovatif, sekaligus memperkuat keberlanjutan melalui penyerahan toolkit dan penetapan kader lokal. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi terpadu berbasis pelatihan dan pendampingan efektif meningkatkan kapasitas SDM pengrajin batik pada level operasional dan pengambilan keputusan, sehingga relevan sebagai model replikasi pemberdayaan UMKM batik di tingkat lokal.