Transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau merupakan salah satu kebutuhan esensial masyarakat dalam mendukung mobilitas antarkota di wilayah Jawa Timur. Kehadiran Bus Trans Jatim Luxury sebagai moda transportasi berbasis layanan premium bertujuan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Namun, guna memastikan bahwa layanan yang diberikan sejalan dengan ekspektasi pengguna sekaligus memenuhi ketentuan regulasi, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap kesesuaian pelayanannya dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tertuang dalam Permenhub Nomor 29 Tahun 2015. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada penumpang Bus Trans Jatim Luxury. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 166 responden yang dipilih secara purposif. Data primer diperoleh dari hasil pengisian kuesioner, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen resmi seperti regulasi, laporan operasional, dan publikasi pemerintah terkait layanan angkutan massal. Evaluasi kualitas layanan dilakukan berdasarkan 31 indikator SPM dan dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut layanan mana yang memiliki tingkat kepentingan tinggi di mata pengguna namun masih memiliki kinerja yang rendah, sehingga memerlukan perbaikan prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 31 indikator, sebanyak 22 indikator telah terpenuhi dengan baik, 5 indikator terpenuhi sebagian, dan 4 indikator belum terpenuhi. Melalui analisis IPA, ditemukan bahwa atribut seperti ketersediaan tiket resmi, sertifikasi pengemudi, dan kebersihan kabin tergolong dalam kuadran I (Concentrate Here) yang membutuhkan perhatian dan perbaikan segera. Sementara itu, atribut seperti keberadaan sabuk pengaman, kenyamanan tempat duduk, serta fasilitas hiburan audio-visual berada dalam kuadran II (Keep up the Good Work), yang berarti telah memenuhi ekspektasi dan perlu dipertahankan kinerjanya. Temuan ini menunjukkan celah antara regulasi dan persepsi pengguna, sehingga perlu fokus pada perbaikan atribut layanan yang belum optimal. Kata kunci : Importance Performance Analysis, Pelayanan Publik, Standar Pelayanan Minimal, Transportasi Umum, Trans Jatim Luxury.