Nanda Wahyu Saputra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dalihan natolu PERAN DALIHAN NATOLU DALAM TRANSFORMASI EKONOMI KOMUNITA MANDAILING: ANALISIS STRUKTURAL DAN MODAL SOSIAL KULTURAL: Modal Sosial dan Struktur Sosial Nanda Wahyu Saputra; Nida Aisyah; Nur Paisah
EKSYA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2025): JURNAL EKSYA: JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem sosial Dalihan Natolu merupakan mekanisme fundamental yang mentransformasi dinamika ekonomi masyarakat Mandailing di era kontemporer. Penelitian ini mengeksplorasi kompleksitas struktur sosial tradisional yang tidak sekadar menjadi warisan budaya, melainkan instrumen adaptif dalam navigasi perubahan ekonomi global. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode etnografis, penelitian ini mengungkap bagaimana modal sosial kultural yang terkandung dalam arsitektur Dalihan Natolu mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang berketahanan dan berkelanjutan. Kerangka teori modal sosial Pierre Bourdieu dan teori strukturasi Anthony Giddens menjadi landasan analitis untuk membedah mekanisme transformasi ekonomi dalam masyarakat Mandailing. Penelitian mengidentifikasi tiga elemen kunci Dalihan Natolu - Hula-hula, Dongan Sabutuha, dan Boru - sebagai sistem interaksi yang memfasilitasi pertukaran sumber daya, distribusi modal, dan pembentukan jejaring ekonomi berbasis kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini tidak hanya mempertahankan struktur sosial tradisional, tetapi secara aktif mentransformasi modal sosial menjadi modal ekonomi yang adaptif terhadap perubahan struktural dalam konteks pembangunan ekonomi nasional.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pengembangan pemahaman teoritis tentang transformasi sistem sosial ekonomi berbasis kearifan lokal. Temuan menunjukkan bahwa Dalihan Natolu bukanlah sekadar mekanisme statistik kultural, melainkan sistem dinamis yang mampu beradaptasi dengan tuntutan ekonomi modern sambil mempertahankan integritas nilai-nilai komunal. Implikasi praktis dari kajian ini mencakup potensi model pengembangan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, strategi pengembangan wilayah yang sensitif budaya, dan kerangka konsep alternatif dalam memahami transformasi ekonomi di tingkat lokal. Penelitian ini membuka ruang diskursus akademis baru tentang peran modal sosial kultural dalam mendorong inovasi dan ketahanan ekonomi masyarakat etnis di Indonesia. Artikel ini mengkaji peran fundamental sistem sosial Dalihan Natolu dalam transformasi ekonomi masyarakat Mandailing. Melalui pendekatan analisis struktural dan modal sosial kultural, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana struktur sosial tradisional mampu membentuk, memediasi, dan mentransformasi praktik ekonomi komunitas. Studi ini mengungkapkan bahwa Dalihan Natolu tidak sekadar sistem kekerabatan, melainkan mekanisme kompleks yang mengintegrasikan modal sosial ke dalam dinamika ekonomi kontemporer.
Implementasi Penyetoran Dan Pelaporan Pajak Penghasilan (Pph) Pasal 23 Dengan Menggunakan Coretax: Studi Kasus Pada PT X Nanda Wahyu Saputra; Nurul Fitriani
JURNAL AKUNTANSI AUDIT DAN PERPAJAKAN INDONESIA (JAAPI) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Akuntansi Audit dan Perpajakan Indonesia (JAAPI)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UMN AL Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jaapi.v6i2.5243

Abstract

Abstract Income Tax (PPh) Article 23 is known as income tax which in the tax year is deducted by the withholding agent on income in the form of dividends, interest, royalties, gifts and awards, rent, compensation for other services as determined by the Director General of Taxes, except for the withholding of Income Tax (PPh) which is final in nature. The process of depositing and reporting this type of PPh often faces various challenges, especially in terms of timeliness and compliance with applicable tax regulations. Digitalization in taxation has encouraged companies to switch to a tax application system in the form of Coretax in order to increase efficiency and accuracy in fulfilling tax obligations. Coretax is one of the applications used in tax management, including in the deposit and reporting of PPh Article 23. Analyzing the implementation of Coretax in the process of depositing and reporting PPh Article 23 at PT X is the purpose of this study. The case study research method with a qualitative approach was used in this study. Data was obtained through observation, interviews, and analysis of relevant documents. The results of this study reveal that the implementation of Coretax brings significant changes to the company's tax administration system, especially by replacing the role of DJP Online through a more standardized and systematic reporting structure. However, the effectiveness of Coretax use in PT X is still not optimal due to various obstacles, such as technical disruptions to the system, lack of socialization from the tax authorities, and the absence of significant improvements in operational efficiency. Therefore, a comprehensive evaluation and improvement of the Coretax system is needed so that it can provide optimal contributions in supporting smooth tax reporting and increasing tax compliance of business actors.) Keywords: Coretax, Article 23 Income Tax, Tax Deposit, Tax Reporting.