Perkembangan pendidikan di Malang memunculkan kebutuhan akan fasilitas edukatif dan kreatif yang tidak hanya fungsional, tetapi juga ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang Creative and Learning Center dengan pendekatan arsitektur hijau, dengan fokus pada enam aspek utama: pemilihan tapak, efisiensi energi, konservasi air, penggunaan material ramah lingkungan, kualitas udara dalam ruangan, dan manajemen operasional berkelanjutan. Metode yang digunakan mencakup studi literatur prinsip-prinsip arsitektur hijau, analisis kondisi iklim mikro kota Malang, fungsi dan standart dari masing – masing fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan yang mengoptimalkan orientasi bangunan terhadap angin, ventilasi alami silang dan vertikal, serta penggunaan void dapat meningkatkan kenyamanan termal secara pasif. Sistem penampungan air hujan serta daur ulang air limbah berhasil mengurangi konsumsi air. Pemilihan material lokal dan daur ulang menurunkan jejak karbon konstruksi. sementara kualitas udara dalam ruangan terjaga melalui ventilasi optimal dan ponggunaan material ramah lingkungan. Rekomendasi manajemen bangunan mencakup penerapan program edukatif berkelanjutan yang melibatkan pengguna. Secara keseluruhan, rancangan ini menyajikan model Creative and Learning Center yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, estetis, dan edukatif masyarakat Malang, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan penggunanya. Model ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan fasilitas publik kreatif dengan nilai arsitektur hijau di kota-kota tropis Kata kunci: Creative and Learning Center, Arsitektur Hijau, Ramah Lingkungan.