Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan angka perceraian dan kekerasan anak tertinggi di Indonesia. Kota Malang menjadi salah satu kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di provinsi Jawa Timur. Namun, kondisi permasalahan keluarga dan kepadatan penduduk terserbut tidak diimbangi dengan penyediaan fasilitas keluarga terpusat yang mengintegrasikan setiap kebutuhan atas permasalahan setiap anggota keluarga. Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang sebuah pusat fasilitas keluarga terintegrasi menggunakan pendekatan arsitektur interaktif. Konsep ini bertujuan menyediakan fasilitas keluarga yang menjadi wadah dalam menangani permasalahan keluarga dengan mengedepankan interaksi positif baik antar pengguna maupun lingkungannya. Objek desain berupa Family Center yang berlokasi di Jl. Mayjend Sungkono, Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang. Proses desain menggunakan paradigma empirisisme melalui metode observasi dengan mengidentifikasi aspek-aspek arsitektur interaktif yang diterapkan pada objek observasi. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap tapak, fungsi, ruang, dan bangunan. Hasil analisis ini dijadikan dalam penyusunan konsep desain hingga pengimplementasian konsep dalam desain Family Center. Hasil desain merupakan Family Center yang menerapkan 10 prinsip arsitektur interaktif pada aspek tata massa, ruang luar, bangunan, dan ruang dalam. Family Center dengan pendekatan arsitektur interaktif dapat menjadi solusi untuk menyediakan fasilitas keluarga yang membantu menyelesaikan permasalahan setiap anggota keluarga melalui peningkatan interaksi positif. Kata kunci: Family Center, Arsitektur Interaktif, Empirisisme