Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

One-Stop Wellness Center Dengan Pendekatan Multisensori di Kabupaten Malang Pasha, Valerina
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena meningkatnya tekanan hidup masyarakat urban di Kabupaten Malang berdampak serius terhadap kualitas kesehatan fisik dan mental, seperti meningkatnya tingkat stres, kelelahan emosional, serta penurunan kualitas hidup. Isu yang muncul adalah minimnya fasilitas pemulihan yang menghubungkan aspek fisik, mental, dan emosional dalam satu tempat secara menyeluruh. Fasilitas kesehatan yang ada cenderung bersifat parsial dan belum mempertimbangkan pengalaman sensorik sebagai bagian dari proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan merancang One-Stop Wellness Center dengan pendekatan multisensori sebagai solusi ruang pemulihan holistik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan intuitionism, melalui observasi tapak dan eksplorasi pancaindra, untuk menangkap fenomena ruang secara utuh. Hasil perancangan menunjukkan bahwa lingkungan multisensori yang memperhatikan elemen visual, auditori, olfaktori, taktil, dan kinestetik mampu menciptakan suasana yang tenang, mendukung pemulihan, dan meningkatkan kesejahteraan psiko-fisik pengguna. Penemuan ini menjelaskan bahwa strategi desain arsitektur yang melibatkan keterlibatan indera secara menyeluruh memiliki pengaruh signifikan terhadap proses penyembuhan. Penemuan ini tidak hanya memperkaya pendekatan desain ruang pemulihan, namun juga memberikan kontribusi baru dalam praktik arsitektur berbasis kesehatan dan kesejahteraan masyarakat urban. Kata kunci : Wellness Center, Multisensori, Intuisi, Kabupaten Malang     The phenomenon of increasing life pressures on the urban population in Malang Regency has serious impacts on the quality of physical and mental health, such as higher levels of stress, emotional exhaustion, and a decline in quality of life. The emerging issue is the lack of recovery facilities that integrate physical, mental, and emotional aspects comprehensively within a single place. Existing health facilities tend to be partial and have not considered sensory experiences as part of the healing process. This study aims to design a One-Stop Wellness Center with a multisensory approach as a solution for holistic recovery spaces. The method used is qualitative with an intuitionism approach, through site observation and sensory exploration, to capture the spatial phenomenon as a whole. The design results show that a multisensory environment that considers visual, auditory, olfactory, tactile, and kinesthetic elements can create a calm atmosphere, support recovery, and improve users' psycho-physical well-being. This finding explains that architectural design strategies involving comprehensive sensory engagement have a significant impact on the healing process. These findings not only enrich the approach to designing recovery spaces but also contribute new insights to health-based architecture practice and the well-being of urban communities. Keywords: Wellness Center, Multisensory, Intuition, Malang Regency