Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia dan pergeseran pola hidup manusia yang menjadi semakin individualis di Indonesia menimbulkan kebutuhan akan hunian yang aman, nyaman, dan mendukung kemandirian lansia. Melalui observasi langsung pada dua objek sejenis di Jabodetabek, diperoleh hipotesis, konsep dan kriteria desain yang disusun untuk merancang hunian lansia di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) dengan menggunakan pendekatan elderly-friendly design. Hasil observasi menunjukkan bahwa lansia membutuhkan lingkungan dan ruang yang dapat mendorong lansia untuk melakukan aktivitas, ruang interaksi sosial yang nyaman serta jalur sirkulasi yang aman dan tanpa hambatan. Konsep desain pada perancangan mengambil pola aktivitas dan karakterisitik lansia dengan mengintegrasikan empat prinsip utama elderly-friendly design, yaitu keamanan, dukungan, kognisi dan kesejahteraan. Keempat prinsip ini diaplikasikan pada skala tapak, bangunan dan ruang. Tapak terbagi menjadi dua area yang bersifat publik dan privat dan dihubungkan dengan ruang luar yang juga digunakan sebagai area sosial. Massa bangunan dihubungkan dengan sirkulasi yang melingkari tapak pada bagian luar dan dalam untuk kemudahan mobilitas dan pengawasan. Ruang bagi lansia didesain dengan pertimbangan geometri, iklim, penggunaan material dan penyediaan fasilitas pendukung mobilitas dan saat beraktivitas. Melalui desain ini, diharapkan senior living di BSD dapat menjadi hunian yang dapat mendorong kemandirian, keamanan dan kesejahteraan lansia.