Latar Belakang: Tindakan operasi memerlukan anestesi untuk menciptakan kondisi optimal, salah satunya anestesi umum yang membuat pasien tidak sadar selama prosedur. Namun, masih banyak pasien mengalami kecemasan sebelum operasi akibat ketakutan terhadap kegagalan prosedur. Dalam hal ini, perilaku merawat penata anestesi berperan penting dalam memberikan dukungan emosional untuk menurunkan kecemasan. Tujuan: Untuk memahami keterkaitan antara perilaku Caring Behavior penata anestesi dengan tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi dengan anestesi umum di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Metodologi: Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2025 melibatkan 60 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi dan ekslusi penelitian. Hasil: Sebanyak 48 responden (80,0%) menyatakan penatalaksanaan anestesi memiliki perilaku merawat yang baik, dan 47 responden (78,3%) mengalami kecemasan ringan. Analisis korelasi menggunakan metode spearman rank menunjukkan adanya hubungan antara perilaku merawat penatalaksanaan anestesi dengan tingkat kecemasan pasien pra operasi (p-value = 0,000; r = -0,850), menunjukkan korelasi negatif yang kuat. Simpulan: Perilaku Caring penata anestesi yang baik berkontribusi terhadap penurunan kecemasan. Saran: Bagi rumah sakit dapat dijadikan bahan evaluasi dalam mengembangkan pelayanan kepenataan anestesi guna meningkatkan kualitas pelayanan dalam pengelolaan kecemasan.Kata kunci: perilaku caring behavior, penata anestesi, kecemasan pra operasi, anestesi umum