Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kejang Demam Kompleks Pada Balita: Studi Kasus Anak Usia 1 Tahun 11 Bulan Fida, Aishyah
Jurnal Studi Keperawatan Vol 6, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i2.13606

Abstract

Kejang demam merupakan kejadian kejang yang terjadi pada kenaikan suhu badan (suhu di atas 38°C dengan metode pengukuran apapun) yang disebabkan proses ekstrakranial, tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat (SSP) atau gangguan elektrolit akut/ metabolik serta tidak ada riwayat kejang tanpa demam sebelumnya. Kejang demam diklasifikasikan menjadi kejang demam sederhana (KDS) dan kejang demam kompleks (KDK). Pasien seorang anak laki-laki berumur 1 tahun 11 bulan datang diantar oleh orang tuanya ke IGD RSUD DR. Harjono S Ponorogo dengan keluhan kejang. Kejang sejak 2 jam SMRS sudah 3x dengan durasi setiap kejang kurang lebih 5 menit didahului demam tinggi dan muntah. Pada pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital didapatkan keadaan umum tampak lemah, compos mentis, nadi 115 x/menit, RR 22 x/menit, suhu 39°C, SpO2 99% dengan NS 2 lpm. Pasien didiagnosis kejang demam kompleks. Terapi pemberian diazepam mampu menjadi pertolongan pertama ketika anak kejang, pemberian antikonvulsan dan antipiretik dapat diberikan untuk mengobati demam.    Keyword :  Kejang Demam, Kejang Demam Kompleks, Anak
Kejang Demam Kompleks Pada Balita: Studi Kasus Anak Usia 1 Tahun 11 Bulan Fida, Aishyah
Jurnal Studi Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i2.13606

Abstract

Kejang demam merupakan kejadian kejang yang terjadi pada kenaikan suhu badan (suhu di atas 38°C dengan metode pengukuran apapun) yang disebabkan proses ekstrakranial, tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat (SSP) atau gangguan elektrolit akut/ metabolik serta tidak ada riwayat kejang tanpa demam sebelumnya. Kejang demam diklasifikasikan menjadi kejang demam sederhana (KDS) dan kejang demam kompleks (KDK). Pasien seorang anak laki-laki berumur 1 tahun 11 bulan datang diantar oleh orang tuanya ke IGD RSUD DR. Harjono S Ponorogo dengan keluhan kejang. Kejang sejak 2 jam SMRS sudah 3x dengan durasi setiap kejang kurang lebih 5 menit didahului demam tinggi dan muntah. Pada pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital didapatkan keadaan umum tampak lemah, compos mentis, nadi 115 x/menit, RR 22 x/menit, suhu 39°C, SpO2 99% dengan NS 2 lpm. Pasien didiagnosis kejang demam kompleks. Terapi pemberian diazepam mampu menjadi pertolongan pertama ketika anak kejang, pemberian antikonvulsan dan antipiretik dapat diberikan untuk mengobati demam.    Keyword :  Kejang Demam, Kejang Demam Kompleks, Anak