Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rajamangsa Mantyasih: Reconstruction of Royal Cultural Heritage as an Attraction of Gunungsari Tourist Village Priambodo, Arya Budi; Faizah, Nafrida Imliyatul; Dangin, Bernardi S; Perez, Cristina Hoyos
Indonesian Tourism Journal Vol. 2 No. 2 (2025): August, 2025
Publisher : CV. Austronesia Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69812/itj.v2i2.133

Abstract

Rajamangsa Mantyasih, a royal culinary heritage from the ancient Mataram Kingdom, is being reconstructed as a cultural attraction in Gunungsari Tourism Village, Madiun Regency, to strengthen local identity and enhance cultural-based tourism development. The purpose of this research is to explore how the historical narrative of Rajamangsa Mantyasih can be reconstructed and adapted in contemporary contexts to serve as an authentic, educational, and marketable tourism product. This study employed a descriptive qualitative approach using field observations, participatory documentation, and semi-structured interviews with cultural practitioners, community members, and tourism managers. Findings reveal that the reconstruction process integrates historical narratives from the Mantyasih Inscription with adaptive culinary practices, substituting rare ingredients with locally available resources while maintaining symbolic values. The reconstructed Rajamangsa Mantyasih is developed into two main attraction formats: the Buffet Meeting Package and the Cooking Class Package, both of which emphasize participatory and educational tourism experiences. Community involvement plays a central role, with local residents contributing knowledge, resources, and management in ways that strengthen cultural preservation and stimulate economic activities through MSMEs. The study concludes that Rajamangsa Mantyasih not only preserves historical values but also creates a sustainable cultural tourism model that promotes heritage appreciation, strengthens local identity, and contributes to community empowerment. This model offers a replicable approach for other tourism villages seeking to leverage cultural heritage as a foundation for sustainable tourism innovation.
Branding dan Promosi Pariwisata melalui Inovasi Pengembangan Produk Wisata Berbasis Gastronomi dan Literasi Budaya di Desa Wisata Gunungsari, Kabupaten Madiun Nisa, Khairun; Arifiani, Siska; Putri, Andita Wibyasti Sari; Muhibin, Zainul; Suarmini, Ni Wayan; Priambodo, Arya Budi; Athallah, Muhammad Zhafir; Purwanto, Bayu Setyo; Ashadzily, Ghifary Muhammad Cahya Al Asy; Prastowo, Abimanyu; Puspita, Della; Audryan, Davinza Prayudha; Adji, Kinaya Risqina; Wulandari, Cindy Asyalia; Aryono, Najwa Safira; Iqbal, Maulana; Saputra, Rico; Maslul, Muhammad Syaifullah; Maulana, Prayuga Ihsan; Syabrina, Sabita; Purnama, Nanda Diva Marchelinda Putri; Feriyanto, Ribi Amelia; Noviansyah, Fitra; Faizah, Nafrida Imliyatul; Putra, Mohammad Faris
Sewagati Vol 10 No 2 (2026): pre printed
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i2.8759

Abstract

Desa Wisata Gunungsari merupakan salah satu desa dengan potensi budaya yang kaya, mencakup kuliner tradisional, artefak sejarah, hingga aktivitas seni dan tradisi lokal. Namun berbagai potensi tersebut belum dioptimalkan secara maksimal karena masih rendahnya paparan budaya, kurang efektifnya strategi promosi, serta terbatasnya inovasi produk wisata yang mampu merepresentasikan identitas desa secara menyeluruh. Tantangan ini menegaskan perlunya pendekatan pengembangan yang tidak hanya bersifat top-down, namun juga melibatkan masyarakat sebagai actor utama. Program pengabdian masyarakat ini menerapkan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam identifikasi masalah, pemetaan aset, hingga perencanaan strategi desa wisata berbasis budaya. Pendekatan ini dipilih guna mengintegrasikan aspirasi dan nilai lokal sebagai fondasi keberlanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor, program literasi gastronomi ini memperkuat identitas budaya dan inovasi lokal untuk mewujudkan Desa Wisata Gunungsari sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang partisipatif.