Perdana, Riska Rusfita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi strategis sistem informasi keperawatan di rumah sakit X menuju smart garden hospital Wea, Maria Eka Brigida Wonga; Septirini, Maria Indah; Suhani, Nini; Perdana, Riska Rusfita; Septianata, Viesca; Hariyati, Roro Tutik Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.928

Abstract

Background: A smart garden hospital is an approach that prioritizes not only smart technology but also environmental sustainability, patient comfort, humanization of services, and operational efficiency based on information technology. Information and communication technology supports evidence-based nursing practice, strengthens patient safety, and meets global healthcare standards. Purpose: To describe the strategic transformation of X hospital nursing information system toward a smart garden hospital. Method: The field study used a Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) analysis approach. Data were analyzed using Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE) matrices, and mapped onto an Internal-External (IE) matrix to determine the organization's strategic position. Results: The analysis yielded an IFE score of 2.61 and an EFE score of 3.15, placing Hospital X in the "growth and development" quadrant, representing an organization with adequate internal strengths and strong external opportunities, making an aggressive growth strategy an appropriate choice. Conclusion: The transformation of X hospital nursing information system emphasizes the importance of a comprehensive strategy involving strengthening human resource capacity, optimizing technology, and responsive risk management. Suggestion: Hospitals can formulate strategies based on the Balanced Scorecard (BSC) perspective and key performance indicators (KPIs) linked to the TOWS strategy in developing their nursing management information systems.   Keywords: Information; Hospital; Nursing; Smart Garden Hospital; Strategy; System; Transformation.   Pendahuluan: Smart garden hospital merupakan sebuah pendekatan yang tidak hanya mengedepankan teknologi cerdas, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kenyamanan pasien, dan humanisasi pelayanan serta efisiensi operasional berbasis teknologi informasi. Teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung praktik keperawatan berbasis bukti, memperkuat keselamatan pasien, serta menjawab standar global pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mendeskripsikan transformasi strategis sistem informasi keperawatan di rumah sakit X menuju smart garden hospital. Metode: Studi lapangan dengan pendekatan analisis Strength, Weakness, Opportunity, and Threat (SWOT). Data dianalisis menggunakan matriks internal faktor evaluasi (IFE) dan eksternal faktor evaluasi (EFE), serta dipetakan ke dalam matriks internal-eksternal (IE) untuk menentukan posisi strategis organisasi. Hasil: Analisis didapatkan skor IFE = 2.61 dan Skor EFE = 3.15, menempatkan rumah sakit X pada kuadran "growth and build" yang merepresentasikan organisasi dengan kekuatan internal yang cukup dan peluang eksternal yang kuat, sehingga strategi pertumbuhan agresif menjadi pilihan yang sesuai. Simpulan: Transformasi sistem informasi keperawatan rumah sakit X menegaskan pentingnya strategi komprehensif yang melibatkan penguatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi teknologi, dan manajemen risiko yang responsif. Saran: Rumah sakit dapat melakukan perumusan strategis yang ditetapkan melalui perspektif balance scorecard (BSC) dan key performance indicators (KPI) yang dikaitkan dengan strategi TOWS dalam pengembangan sistem informasi manajemen keperawatan.   Kata Kunci: Informasi; Keperawatan; Rumah Sakit; Smart Garden Hospital; Strategis; Sistem; Transformasi.
Optimalisasi fungsi actuating kepala ruangan dalam supervisi dokumentasi asuhan keperawatan di rumah sakit Perdana, Riska Rusfita; Afriani, Tuti; Wirdani, Andi Wilda; Hariyati, Rr Tutik Sri; Harpendewisasmita, Harpendewisasmita; Kuntarti, Kuntarti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 11 (2026): Volume 19 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i11.1751

Abstract

Background: Electronic Medical Records (EMR) plays a crucial role in nursing care, serving as legal evidence, a means of interprofessional communication, and a benchmark for service quality. Ward heads, as first-line managers, hold a crucial responsibility in ensuring documentation is carried out according to standards. Purpose: To optimize the ward head's driving function in overseeing nursing care documentation in hospitals. Method: This study used a case study approach conducted in the Intermediate Ward of Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Hospital. Data were collected through observation, interviews with ward heads and nurses, and questionnaires distributed to 30 nurses. The analysis was based on Marquis & Huston's 2021 management function theory and Kurt Lewin's theory of change. Problems were analyzed using the fishbone method and Priority Setting Guidelines (PSG) assessment to determine priority interventions. Results: Nurses' compliance with EMR documentation standards improved after socialization. Furthermore, ward heads' understanding of the importance of reflection-based clinical supervision also improved. 28.9% of respondents stated that ward heads always supervise nursing care documentation, 27.7% stated that supervision is frequent, 20.5% stated that supervision is rare, and 22.9% stated that ward heads never supervise documentation. Conclusion: Interventions through educational and reflective supervision have proven effective in improving the quality of EMR-based nursing documentation. Suggestion: Ongoing training for ward heads and integration of supervision forms into the hospital's digital system are needed to ensure the sustainability of the intervention.   Keywords: Driving Function; Hospital; Nursing Care Documentation; Supervision; Ward Head.   Pendahuluan: Dokumentasi asuhan keperawatan elektronik/ Electronic Medical Record (EMR) memiliki peran krusial dalam pelayanan keperawatan, baik sebagai bukti legal, media komunikasi antarprofesi, maupun tolak ukur mutu layanan. Kepala ruangan sebagai manajer lini pertama memegang tanggung jawab penting dalam memastikan dokumentasi dilakukan sesuai standar. Tujuan: Untuk mengoptimalisasi fungsi actuating kepala ruangan dalam supervisi dokumentasi asuhan keperawatan di rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan case study yang dilaksanakan di ruang Intermediate Ward Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara kepala ruangan, dan perawat, serta penyebaran kuesioner kepada 30 perawat pelaksana. Analisis dilakukan berdasarkan teori fungsi manajemen Marquis & Huston tahun 2021 dan teori perubahan Kurt Lewin. Masalah dianalisis menggunakan metode fishbone dan scoring Priority Setting Guideline (PSG) untuk menentukan intervensi prioritas. Hasil: Terdapat peningkatan kepatuhan perawat terhadap standar dokumentasi EMR setelah sosialisasi dilaksanakan. Selain itu, pemahaman kepala ruangan terhadap pentingnya supervisi klinis berbasis refleksi juga meningkat. Didapatkan 28.9% responden menyatakan bahwa kepala ruangan selalu melakukan supervisi dokumentasi asuhan keperawatan, 27.7% menyatakan bahwa supervisi dilakukan sering, 20.5% menyatakan bahwa supervisi hanya jarang dilakukan, dan 22.9% menyatakan bahwa kepala ruangan tidak pernah melakukan supervisi dokumentasi Simpulan: Intervensi melalui supervisi edukatif dan reflektif terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas dokumentasi keperawatan berbasis EMR. Saran: Diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi kepala ruangan dan integrasi formulir supervisi ke dalam sistem digital rumah sakit untuk menjamin keberlanjutan intervensi.   Kata Kunci: Dokumentasi Asuhan Keperawatan; Fungsi Actuating; Kepala Ruangan; Rumah Sakit; Supervisi.