Kemampuan koneksi matematis adalah kecakapan siswa dalam menggunakan konsep-konsep yang ada pada matematika untuk mengaitkannya dengan topik lain pada matematika, mengaitkan dengan bidang ilmu lain, serta dalam kehidupan sehari-hari. Gaya kognitif memengaruhi kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika, karena gaya kognitif dapat membantu siswa untuk memahami masalah matematika, mengingat kembali pembelajaran yang telah diberikan, serta menggunakan informasi-informasi yang diperoleh untuk menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan konkesi matematis siswa kelas XI-4 SMA Negeri 13 Ambon ditinjau dari gaya kognitif pada materi lingkaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek yang dipilih yaitu siswa yang telah menerima materi lingkaran, siswa yang telah mengikuti Matching Familiar Figure Test (MFFT) yaitu tes untuk mengukur gaya kognitif siswa, dan pendapat guru mata pelajaran mengenai siswa dengan kemampuan komunikasi yang baik. Subjek penelitian sebanyak 4 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan gaya kognitif reflektif dan 2 siswa dengan gaya kognitif impulsif dari 31 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa subjek bergaya kognitif reflektif memiliki kemampuan koneksi matematis kategori sedang, karena dapat menggunakan hubungan antar topik/konsep matematika dan menggunakan konsep matematika di bidang lain, namun tidak dapat menggunakan konsep matematika yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan subjek bergaya kognitif impulsif memiliki kemampuan koneksi matematis kategori rendah.