Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ketersediaan Layanan Kesehatan di Kabupaten Padang Pariaman Menggunakan Metode K-Means Clustering Salsabila, Khairanisa; S, Syafriandi
STATMAT : JURNAL STATISTIKA DAN MATEMATIKA Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Department of Mathematics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Pamulang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sm.v7i2.49783

Abstract

Kesehatan menjadi keharusan pokok yang perlu diwujudkan oleh masing-masing masyarakat. Namun, ketimpangan pada pemerataan pelayanan kesehatan antar daerah dapat menghambat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang layak, merata, dan bermutu. Penelitian ini untuk menganalisis klasifikasi kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman mengenai ketersediaan pelayanan kesehatan dan jumlah penduduk. Metode yang dipakai yaitu K-Means Clustering, untuk mengelompokkan data ke dalam sejumlah klaster yang menunjukkan memiliki karakteristik serupa. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Padang Pariaman tahun 2025. Data yang digunakan meliputi jumlah penduduk, jumlah fasilitas puskesmas, dan jumlah tenaga kesehatan (perawat dan bidan) di 17 kecamatan pada tahun 2024 . Analisis data meliputi uji asumsi, standarisasi, hingga membentuk klaster dengan metode K-Mean menggunakan Metode Silhouette untuk menentukan jumlah klaster yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan jumlah klaster yang optimal adalah tiga klaster yang mewakili ketersediaan pelayanan kesehatan tinggi, sedang, dan rendah. Kecamatan dalam klaster ketersediaan tinggi meliputi Batang Anai, Lubuak Aluang, dan VII Koto. Klaster sedang meliputi Enam Lingkung, Nan Sabaris, Ulakan Tapakih, 2x11 Enam Lingkung, dan Sintuk Toboh Gadang. Klaster rendah meliputi sembilan kecamatan lainnya. Hasil ini dapat memberikan masukan berharga bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan kebijakan untuk mencapai distribusi layanan kesehatan yang lebih merata.
Pemodelan Jumlah Kasus TB Paru di Kabupaten Padang Pariaman Menggunakan Analisis Regresi Data Panel Anestika Ayeli, Putri; S, Syafriandi
Jurnal Riset Statistika Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Statistika (JRS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrs.v5i2.7323

Abstract

Abstrak: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular mematikan yang paling sering menyerang paru-paru, dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, termasuk Kabupaten Padang Pariaman, TB paru tetap menjadi masalah kesehatan yang serius. Oleh karena itu, penting untuk memfokuskan perhatian pada program pencegahan dan pengendalian yang menargetkan faktor-faktor penularan. Studi kasus ini bertujuan untuk memodelkan jumlah kasus TB paru di Kabupaten Padang Pariaman tahun 2022–2024 dengan menggunakan pendekatan regresi data panel. Faktor-faktor yang dianalisis dalam studi kasus  ini meliputi jumlah tenaga kesehatan (X₁), jumlah fasilitas kesehatan (X₂), kepadatan penduduk (X₃), dan jumlah anak yang menerima imunisasi BCG (X₄). Hasil pengujian spesifikasi model menunjukkan bahwa model yang paling sesuai adalah Common Effect Model. Hasil estimasi menunjukkan bahwa jumlah tenaga kesehatan, kepadatan penduduk, dan jumlah anak yang menerima imunisasi BCG memberikan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah kasus penemuan TB Paru, sedangkan jumlah fasilitas kesehatan tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Koefisien determinasi (R²) tercatat sebesar 75,53% yang berarti bahwa model dapat menjelaskan sebagian besar variasi dalam data. Abstack: Tuberculosis (TB) is a deadly infectious disease that most commonly affects the lungs and is caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. In Indonesia, including Padang Pariaman District, pulmonary TB remains a serious health problem. Therefore, it is important to focus on prevention and control programs targeting transmission factors. This case study aims to model the number of pulmonary TB cases in Padang Pariaman Regency for the years 2022–2024 using a panel data regression approach. The factors analyzed in this study include the number of healthcare workers (X₁), the number of healthcare facilities (X₂), population density (X₃), and the number of children receiving BCG vaccination (X₄). The model specification testing results indicate that the most appropriate model is the Common Effect Model. The estimation results indicate that the number of healthcare workers, population density, and the number of children receiving BCG immunization have a significant impact on the number of pulmonary TB cases detected, while the number of healthcare facilities does not have a significant impact. The coefficient of determination (R²) is recorded at 75.53%, meaning that the model can explain most of the variation in the data.