Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RORANO: KOMBINASI EKSTRAK DAUN INSULIN (COSTUS IGNEUS), KUNYIT (CURCUMA LONGA L.), DAN BIJI PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Tuara, Zulkifli; Fitriana Ibrahim; Rizky Gusti Pratiwi; Nur Fita Adistianingsih Naser; Feni Sari Afriani
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6114

Abstract

Senyawa reaktif yang memiliki elektron tidak berpasangan dikenal sebagai radikal bebas. Stres oksidatif, yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan dianggap sebagai faktor penyebab sejumlah penyakit degeneratif, termasuk diabetes melitus, kanker, gangguan kardiovaskular, dan kondisi neurodegeneratif, dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan antioksidan selama proses metabolisme. Zat bioaktif dengan efek farmakologis, termasuk aktivitas antioksidan alami, telah ditemukan dalam ekstrak daun insulin ( Costus Igneus ), kunyit ( Curcuma longa L. ) dan biji pala ( Myristica fragrans Houtt ). Untuk menilai kemampuan antioksidan dari ekstrak individu dan campuran yang dibuat menggunakan formula A dan B, tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai IC 50. Untuk mengukur aktivitas antioksidan, digunakan teknik 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Daun insulin, kunyit, dan biji pala menghasilkan ekstrak etanol dengan rendemen masing-masing 25,2%, 29,6%, dan 29,2%. Semua ekstrak mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan alkaloid, berdasarkan skrining fitokimia. Formula A dan formula B menunjukkan nilai IC50 masing -masing 113,98 µg/mL dan 108,74 µg/mL, sedangkan nilai IC50 untuk daun insulin, kunyit, dan biji pala masing-masing adalah 106,96 µg/mL, 117,90 µg/mL, dan 108,14 µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat variasi yang signifikan antara nilai IC50 masing- masing ekstrak dan campurannya. Oleh karena itu, penelitian tambahan harus dilakukan untuk memeriksa potensi efek sinergis terkait dengan regenerasi antioksidan, mekanisme pembersihan ekstrak radikal radikal, dan stabilitas serta ketersediaan bahan aktif hayati.