Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LIMBAH BETON TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH UNTUK TANAH LEMPUNG Ilhamy, Damaryana; Mariyana, R. A
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8174

Abstract

Proyek Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket II, memiliki jenis tanah lempung, tanah lempung memiliki daya dukung yang rendah, sehingga tanah tersebut distabilisasi dengan menambahkan limbah beton, limbah beton yang digunakan sendiri berupa batako dengan mutu Fc 45 Mpa. Stabilisasi tanah dengan limbah beton pada penelitian ini menggunakan variasi limbah beton sebesar 7%, 10%, 15%, dan 20%, dengan waktu perawatan selama 1, 7, dan 11 hari. Pengujian laboratorium terhadap tanah asli yang dilakukan berupa batas Atterberg dengan hasil nilai Batas Cair sebesar 59,07%, Batas Plastis 25,08%, Indeks Plastisitas 34,00%, dimana dengan penambahan limbah beton sebanyak 20% terjadi penurunan nilai Batas Cair menjadi 45,87%, Batas Plastis 28,36%, Indeks Plastisitas 17,51%. Pada sistem klasifikasi AASHTO tanah asal termasuk dalam golongan A-7-6, dimana tanah tersebut merupakan tanah lempung berbutir halus dengan plastisitas sangat tinggi. Hasil pengujian modified proctor menghasilkan berat volume kering dan kadar air yang terus meningkat seiring bertambahnya variasi campuran limbah beton dan lama waktu pemeraman. Hasil nilai berat volume kering maksimum tanah asal sebesar 1,489 gram/cm3 dan OMC 25,89% pada lama waktu pemeraman 11 hari, nilai MDD terbesar dihasilkan pada campuran 20% dengan lama waktu pemeraman 11 hari dengan nilai MDD sebesar 1,554 gram/cm3 dan OMC 23,15%. Hasil nilai CBR unsoaked dan soaked mengalami peningkatan pada setiap penambahan campuran dan lama waktu pemeraman. Nilai CBR tanpa rendaman terbesar diperoleh dari campuran 20% dengan lama perawatan 11 hari sebesar 25,85% pada penetrasi penurunan 2,5mm dan 26,81% pada penetrasi 5mm, dan CBR tanpa rendaman 11,13% pada penetrasi penurunan 2,5mm dan 12,31% pada penetrasi 5mm, dengan kembang kempis terkecil sebesar 1,70%, nilai kembang kempis tanah asli sebesar 3,14%, hasil nilai CBR yang diperoleh telah memenuhi syarat sebagai lapis pondasi jalan tol yaitu (>10%).
PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK DAN KERTAS SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH DASAR UNTUK JALAN TOL Mubarak, Muhammad Syahril; Mariyana, R. A
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.8274

Abstract

Tanah dasar memiliki peran penting dalam menahan beban konstruksi jalan. Pada penelitian ini tanah diambil di Proyek Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 2 pada Sta. 16+800. Menurut klasifikasi AASHTO, tanah asli termasuk kelompok A-7-6 karena nilai lolos saringan no. 200 sebesar 44,52%, pada pengujian Atterberg limit menunjukkan nilai batas cair 56,46%, batas plastis 28,45%, indeks plastisitas 26,01%, dan Group Index sebesar 7. Kelompok tanah A-7-6 termasuk kedalam tanah lempung yang cenderung memiliki daya dukung yang buruk. Untuk meningkatkan daya dukung, digunakan bahan stabilisasi berupa limbah botol plastik PET dengan variasi 7%, 10%, dan 15%, serta limbah kertas HVS 4%, 8%, dan 10%, dan kombinasi keduanya dengan masa pemeraman 1, 7, dan 11 hari. Pada pengujian Atterberg Limit campuran paling optimum diperoleh pada variasi plastik 15% dan kertas 10%, dengan penurunan batas cair menjadi 45,64%, peningkatan batas plastis menjadi 31,95%, dan penurunan indeks plastisitas menjadi 13,69%. Pengujian pemadatan modified menunjukkan tanah asli memiliki OMC 25,44% dan MDD 1,420 g/cm³ dan menurunkan nilai MDD dan meningkatkan nilai OMC seiring lama waktu pemeraman. Penambahan bahan stabilisasi cenderung menurunkan MDD, dengan penurunan terkecil pada plastik 7% pada masa pemeraman 1 hari (MDD 1,411 g/cm³). Nilai CBR tanah asli pada masa pemeraman 1 hari adalah 4,99% (unsoaked) dan 3,69% (soaked), dan menurun seiring lama waktu pemeraman. Peningkatan CBR tertinggi terdapat pada campuran kertas 8% dengan pemeraman 11 hari, yaitu 10,73% (unsoaked) dan 7,08% (soaked). Meski meningkat, nilai CBR soaked masih belum memenuhi syarat untuk tanah dasar jalan tol karena berada di bawah 10%.