Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMBELI MASA KECIL: FENOMENA KIDULT PADA KOMUNITAS PECINTA MAINAN DI KOTA DENPASAR Raishaina Kalida Zia
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 10 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Oktober
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/phnhb352

Abstract

Fenomena kidult menggambarkan individu dewasa yang mempertahankan minat terhadap aktivitas kekanak-kanakan seperti bermain dan mengoleksi mainan. Di Kota Denpasar, fenomena ini tampak jelas melalui munculnya komunitas-komunitas pecinta mainan yang aktif membentuk ruang sosial baru berbasis nostalgia dan budaya konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika dan implikasi fenomena kidult pada komunitas pecinta mainan di Kota Denpasar dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode etnografi melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap enam informan dari dua komunitas yaitu trading card game (TCG) dan Beyblade. Analisis penelitian didasarkan pada teori interaksionisme simbolik Mead dan teori hierarki kebutuhan Maslow. Teori Mead digunakan untuk melihat bagaimana makna mainan dibentuk melalui interaksi sosial, di mana individu menafsirkan, memodifikasi, dan mengonstruksi makna mainan dalam hubungannya dengan orang lain serta komunitas. Sementara itu, teori Maslow menjelaskan bahwa keterlibatan orang dewasa dalam hobi mengoleksi mainan tidak hanya sebatas aktivitas hiburan, tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kidult menjadi bentuk pelarian dari tekanan kehidupan dewasa sekaligus ekspresi identitas melalui konsumsi produk bernuansa masa kecil. Komunitas mainan di Denpasar bukan hanya ruang hobi, tetapi juga wadah ekonomi, sosial, dan simbolik yang menegosiasikan kembali makna kedewasaan di tengah budaya konsumerisme modern.