Salah satu komoditi pertanian yang bernilai ekonomis serta mempunyai peluang yang besar untuk dikembangkan karena kedudukannya sebagai sumber utama karbohidrat ialah beras yang menjadi tujuan utama pembangunan nasional. Rantai pasok beras, yang mencakup aliran produk, keuangan, dan informasi, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari petani hingga konsumen, yang masing-masing berkontribusi pada proses penambahan nilai. Penelitian ini menganalisis rantai pasok beras di Kecamatan Padangsidempuan Tenggara, mencakup aliran produk, keuangan, dan informasi, serta struktur pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok gabah dan beras. Proses dimulai dari petani padi yang menjual gabah seharga Rp6.000/kg, yang kemudian diolah menjadi beras di kilang beras dan dijual seharga Rp13.000/kg. Pedagang besar membeli beras seharga Rp13.500/kg, kemudian pedagang kecil seharga Rp14.000/kg, sebelum sampai ke konsumen. Penelitian ini menjawab: (1) struktur rantai pasok beras, (2) saluran pemasaran beras, dan (3) nilai tambah beras pada penggilingan padi di Padangsidempuan Tenggara. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui kerangka Food Supply Chain Network (FSCN), penelitian ini mengungkap efisiensi pemasaran sebesar 6% dari gabah ke kilang beras, 13% dari kilang ke pedagang besar, 13,5% dari pedagang besar ke pedagang kecil, dan 14% dari pedagang kecil ke konsumen. Semua saluran pemasaran dalam rantai pasok beras dikategorikan efisien karena memiliki tingkat efisiensi di bawah 50%. Penelitian ini memberikan wawasan tentang struktur dan efisiensi rantai pasok beras di wilayah tersebut.