Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Interaksi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Usman, Idewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (J-AbMas) Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (J-AbMas)
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-abmas.v1i1.61

Abstract

Media sosial saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan pelajar. Pemanfaatan media sosial yang awalnya hanya sebatas untuk hiburan, kini mulai diarahkan pada kegiatan yang lebih positif, termasuk dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana interaksi belajar siswa di sekolah. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menggunakan media sosial secara bijak, produktif, dan mendukung proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan partisipatif. Sosialisasi dilakukan dalam bentuk penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung dalam penggunaan media sosial untuk kegiatan belajar, seperti pembuatan grup diskusi, berbagi materi, serta pemanfaatan platform media sosial untuk presentasi dan tugas kelompok. Kegiatan ini melibatkan siswa sebagai peserta aktif dan guru sebagai fasilitator. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih termotivasi dan memahami pentingnya menggunakan media sosial secara positif dalam mendukung proses belajar. Selain itu, siswa juga mulai mampu berinteraksi secara efektif dengan guru dan teman-teman sekelas melalui platform media sosial yang telah disepakati. Kendala yang ditemukan dalam kegiatan ini antara lain kurangnya literasi digital siswa dan masih adanya potensi penyalahgunaan media sosial. Oleh karena itu, diperlukan bimbingan dan pengawasan berkelanjutan dari guru dan pihak sekolah agar media sosial dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana interaksi belajar siswa.
Komunikasi Visual Dalam Branding: Peran Desain Grafis Dalam Membangun Identitas Merek Usman, Idewi
Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI)
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-dikumsi.v1i1.44

Abstract

Komunikasi visual memegang peranan penting dalam membangun identitas merek, terutama melalui desain grafis yang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen visual seperti logo, warna, tipografi, dan ilustrasi, serta pengaruhnya terhadap persepsi konsumen dan kekuatan merek. Dengan metode kajian literatur, penelitian ini menggali teori-teori terkait desain grafis, branding, dan komunikasi visual, serta menghubungkannya dengan praktik dan studi kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi elemen visual di berbagai platform komunikasi dapat memperkuat citra merek, meningkatkan loyalitas konsumen, dan menciptakan daya saing di pasar. Selain itu, tantangan dalam menjaga kualitas desain dan inovasi menjadi fokus utama bagi merek dalam mempertahankan relevansi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami strategi visual yang efektif dalam branding dan menawarkan rekomendasi untuk optimalisasi komunikasi visual di era digital.
Komunikasi Persuasif: Seni Mempengaruhi Tanpa Memaksa Gobel, Sry Ade Muhtya; Usman, Idewi
Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI)
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-dikumsi.v1i1.48

Abstract

Komunikasi persuasif merupakan salah satu aspek penting dalam interaksi manusia yang bertujuan untuk memengaruhi dan meyakinkan audiens tanpa adanya unsur paksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi persuasif, faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya, serta tantangan yang muncul dalam penerapannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui studi literatur yang mencakup berbagai referensi terkini tentang komunikasi persuasif, termasuk konsep, teknik, dan studi kasus yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi persuasif sangat dipengaruhi oleh pemahaman terhadap audiens, penggunaan bahasa yang tepat, dan penyampaian pesan secara emosional serta logis. Teknik seperti storytelling, penggunaan bukti konkret, dan penyampaian etis terbukti meningkatkan efektivitas persuasi. Namun, tantangan seperti resistensi audiens, perbedaan budaya, dan perkembangan teknologi komunikasi menjadi hambatan yang memerlukan adaptasi dan inovasi dari komunikator.
Komunikasi Politik di Era Post-Truth: Tantangan Kredibilitas Informasi Publik di Indonesia Katili, Andi Yusuf; Gobel, Sry Ade Muhtya; Usman, Idewi
Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi (J-DIKUMSI)
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-dikumsi.v1i3.178

Abstract

Fenomena post-truth telah mengubah lanskap komunikasi politik di Indonesia, di mana emosi dan opini pribadi sering kali lebih berpengaruh daripada fakta objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana era post-truth memengaruhi kredibilitas informasi publik serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga integritas komunikasi politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis wacana media daring, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya arus disinformasi dan polarisasi politik di media sosial telah menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi politik dan media. Komunikator politik kini dituntut untuk lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data agar mampu mengembalikan kepercayaan publik. Selain itu, literasi digital masyarakat menjadi faktor kunci dalam memitigasi dampak post-truth terhadap demokrasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi komunikasi politik yang beretika, berbasis fakta, dan berorientasi pada kepentingan publik di tengah disrupsi digital. Dengan demikian, komunikasi politik yang kredibel menjadi pondasi utama untuk memperkuat demokrasi dan tata kelola informasi di Indonesia.
Analisis Komunikasi Impersonal Pemerintah dalam Membangun Dukungan Publik terhadap Program Makanan Bergizi Gratis Usman, Idewi; Katili, Andi Abee Zoelthan
Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan, Hukum, Komunikasi
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-dikumsi.v2i1.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi impersonal pemerintah dalam membangun dukungan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami bagaimana pemerintah menyampaikan informasi kebijakan melalui berbagai saluran komunikasi impersonal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan komunikasi publik pemerintah mengenai program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah memanfaatkan berbagai media komunikasi impersonal, seperti media massa, media digital, dan situs web resmi pemerintah dalam menyosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis kepada masyarakat. Strategi komunikasi yang digunakan menekankan pada penyampaian informasi mengenai manfaat program bagi kesehatan masyarakat serta pembangunan sumber daya manusia. Komunikasi tersebut terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai program serta membangun persepsi positif terhadap kebijakan pemerintah. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas komunikasi impersonal masih perlu ditingkatkan agar informasi mengenai program dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lebih merata. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengembangkan strategi komunikasi publik yang lebih komprehensif guna memperkuat dukungan masyarakat terhadap program-program kebijakan yang dilaksanakan.