Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Ālamīn (P2RA) oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di MAN 2 Banyumas. Perubahan kurikulum dan kebijakan pendidikan Islam menuntut guru PAI untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan moderasi beragama dalam kegiatan projek yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan P5 dan P2RA, (2) menganalisis pelaksanaan P5 dan P2RA, dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi kedua projek tersebut oleh guru PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang berlokasi di MAN 2 Banyumas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan guru PAI, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, dan Koordinator Projek, serta observasi terhadap kegiatan projek, dan dokumentasi berupa modul ajar dan laporan projek. Data dianalisis menggunakan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan proyek telah dilakukan secara kolaboratif antar guru PAI dan tim madrasah dengan mengintegrasikan dimensi P5 (misalnya, Berkebinekaan Global dan Gotong Royong) dan nilai P2RA (misalnya, Tawassuṭ/Moderat dan Tasāmuh/Toleran) dalam modul projek. Pelaksanaan projek berjalan efektif melalui tahapan pengenalan, kontekstualisasi, aksi, dan refleksi, dengan guru PAI berperan sebagai fasilitator utama dan teladan. Adapun faktor pendukung utama meliputi komitmen dan kolaborasi tim guru PAI, dukungan penuh dari kepala madrasah, serta tersedianya sarana prasarana yang memadai. Sementara itu, faktor penghambat yang teridentifikasi adalah manajemen waktu yang terkadang bentrok dengan jadwal pelajaran reguler dan kebutuhan pelatihan yang lebih mendalam terkait penilaian autentik dalam projek. Secara keseluruhan, implementasi P5 dan P2RA oleh guru PAI di MAN 2 Banyumas menunjukkan keberhasilan dalam membentuk karakter siswa yang sesuai dengan falsafah negara dan ajaran Islam yang moderat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan alokasi waktu dan pengembangan instrumen penilaian projek yang terstandardisasi untuk optimalisasi hasil belajar siswa.