Hamka Hendra Noer
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KELAS MENENGAH, CIVIL SOCIETY, DAN DEMOKRASI: KAJIAN PERBANDINGAN GLOBAL DAN IMPLIKASINYA BAGI INDONESIA Hamka Hendra Noer
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Vol. 6 No. 1 (2025): Vol. 6 No. 1 (2025): INDEPENDEN : Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/independen.6.1.21-36

Abstract

Artikel ini membahas hubungan antara pembangunan ekonomi, kelas menengah, dan civil society dalam mendorong demokratisasi, dengan fokus pada Indonesia serta perbandingan dengan negara maju dan berkembang. Berdasarkan kerangka modernisasi dan pemikiran Seymour Martin Lipset, demokrasi cenderung stabil di masyarakat yang memiliki tingkat kemakmuran, pendidikan, industrialisasi, dan urbanisasi yang tinggi. Di negara maju, kelas menengah berkembang melalui mekanisme pasar yang kompetitif, sehingga mereka relatif independen secara ekonomi dan aktif mendorong reformasi politik. Sebaliknya, di Indonesia, kelas menengah banyak terbentuk melalui patronase negara, sehingga perannya dalam proses demokratisasi terbatas dan cenderung mempertahankan status quo. Kajian ini juga menyoroti civil society sebagai alternatif jalur demokratisasi ketika kelas menengah tidak berfungsi secara optimal. Pengalaman dari Eropa Timur, Prancis, Jerman, dan Amerika Latin menunjukkan bahwa civil society dapat memperkuat ruang publik, partisipasi politik, dan pengawasan terhadap kekuasaan negara maupun pasar. Dalam konteks Indonesia, keberhasilan civil society bergantung pada kemampuannya membangun jaringan lintas kelas, menjaga independensi dari negara, dan mempertahankan kebebasan sipil. Temuan ini menegaskan bahwa demokratisasi yang berkelanjutan memerlukan sinergi antara basis ekonomi yang kuat, kelas menengah yang independen, dan civil society yang dinamis. Kata kunci: Kelas Menengah, Patronase Politik, Civil Society