Oba, Monica E.G
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PASTORAL KONSELING SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN TRAUMA ORANG TUA TERHADAP AIB KELUARGA DI JEMAAT GMIST YERUSALEM ENEMAWIRA Christi Karin Pay, Millitia; Oba, Monica E.G
HOSPITALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/hospitalitas.v2i3.193

Abstract

Dalam konteks kehidupan gereja yang religius dan komunal seperti Jemaat GMIST Yerusalem Enemawira, aib dalam keluarga bukan hanya menjadi beban personal, tetapi juga tekanan sosial dan spiritual yang signifikan. Orang tua yang mengalami aib akibat tindakan anakseperti kehamilan di luar nikah, kriminalitas, atau konflik keluargaseringkali mengalami trauma mendalam yang memengaruhi harga diri, stabilitas emosional, relasi sosial, hingga iman mereka. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan model pendampingan pastoral konseling yang kontekstual dan holistik bagi orang tua yang terdampak trauma akibat aib keluarga. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui studi kasus, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif di jemaat lokal GMIST Yerusalem Enemawira. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma yang dialami mencakup lima dimensi utama: rasa malu dan keruntuhan harga diri, tekanan emosional, pengasingan sosial, krisis iman, serta keretakan relasi dalam keluarga. Gereja berperan strategis dalam proses pemulihan melalui penyediaan ruang aman (healing space), pelayanan konseling pastoral yang holistik, penguatan komunitas sebagai sumber dukungan, pendidikan pastoral untuk menanggulangi stigma, serta pemanfaatan liturgi sebagai sarana penyembuhan spiritual. Pendampingan yang bersifat suportif, edukatif, dan spiritual baik secara individual maupun kelompok menunjukkan efektivitas dalam membantu orang tua mengalami pemulihan secara psikologis dan rohani. Implikasi dari penelitian ini memperlihatkan pentingnya gereja mengembangkan pendekatan konseling pastoral yang terstruktur dan kontekstual guna menjawab kebutuhan pemulihan trauma secara berkelanjutan. Dengan demikian, gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga rumah pemulihan yang mencerminkan kasih dan pengharapan Kristus.