Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Biaya Waktu: Perbaikan Tanah Dan Timbunan Mortar Busa Tol Rengat-Pekanbaru Mainroad STA. 178+800 – 179+200 Dinata, Anditya Surya Arief; Endah, Noor
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61424

Abstract

Jalan tol merupakan infrastruktur strategis yang penting dalam menunjang konektivitas dan pertumbuhan ekonomi. Proyek Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Lingkar Pekanbaru pada STA. 178+800 – 179+200 menghadapi kendala teknis berupa lapisan tanah lunak dan gambut yang menyebabkan pemampatan dan potensi ketidakstabilan timbunan. Penelitian ini bertujuan menyempurnakan metode perbaikan tanah eksisting serta merancang alternatif timbunan menggunakan mortar busa agar diperoleh solusi yang efisien dari segi biaya dan waktu pelaksanaan. Alur penelitian terdiri dari penyempurnaan rencana penanganan eksisting dan alternatif perancangan kombinasi timbunan tanah dengan mortar busa (25% dan 50%). Pada kedua pendekatan tersebut dilakukan perhitungan besar dan waktu pemampatan serta pemeriksaan kecepatan pemampatan sesuai dengan standar teknis yang berlaku. Apabila hasilnya belum memenuhi persyaratan, maka dilakukan perencanaan pemasangan prefabricated vertical drain (PVD) dan perhitungan pemampatan sekunder. Selanjutnya dilakukan analisis stabilitas dengan perubahan parameter tanah. Jika faktor keamanan (SF) belum mencapai nilai minimal 1.5, maka dilakukan perkuatan dengan geotekstil. Tahap terakhir adalah perencanaan waktu dan biaya pelaksanaan untuk masing-masing alternatif desain timbunan, kemudian dilakukan perbandingan guna menentukan alternatif paling efisien dalam biaya dan batas waktu maksimal enam bulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan dengan pemasangan PVD pola segitiga sepanjang 12 meter dan penambahan 26 lapis geotekstil mampu mengatasi pemampatan tanah sebesar 2.86 meter dengan nilai derajat konsolidasi 95% dalam waktu 20 minggu dan nilai SF mencapai 1.5 dengan biaya Rp 52.89 miliar. Alternatif campuran mortar busa terbukti meningkatkan stabilitas (kenaikan SF 9.85% dan 23.94%), serta memangkas waktu pelaksanaan menjadi 19 minggu, namun membutuhkan biaya Rp 84.00 –146.86 miliar. Seluruh alternatif dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 6 bulan (24 minggu) sesuai target. Alternatif paling efisien dari sisi biaya adalah dengan menggunakan timbunan tanah, sedangkan penggunaan mortar busa memberikan keunggulan percepatan waktu dan peningkatan stabilitas tetapi masih belum signifikan, sehingga alternatif desain yang disarankan yaitu menggunakan alternatif timbunan tanah dengan menggunakan material PVD dan perkuatan geotekstil.
Evaluasi Desain Jalan Tol Rengat–Pekanbaru Dan Alternatif Timbunan Ringan: Studi Kasus Akses IC Rimbo Panjang STA 0+000 – STA 1+325 Putra, Redi Trispada; Endah, Noor
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61425

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi desain eksisting Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Rengat–Pekanbaru, Seksi Lingkar Pekanbaru pada Jalan Akses IC Rimbo Panjang STA 0+000–1+325, sekaligus mengembangkan alternatif perencanaan dengan menggunakan material timbunan ringan berupa mortar busa. Lokasi penelitian memiliki lapisan tanah organik setebal 2,5–6 meter dengan muka air tanah tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan pemampatan besar dan permasalahan stabilitas timbunan. Desain awal menggunakan metode replacement, Prefabricated Vertical Drain (PVD), dan geotekstil, namun ditemukan beberapa kendala teknis serta biaya pelaksanaan yang tinggi. Penelitian ini melakukan analisis terhadap berbagai kombinasi timbunan tanah dan mortar busa untuk memenuhi kriteria penurunan (Sc < 2 cm/tahun dan Sc < 10 cm/10 tahun) serta faktor keamanan timbunan (SF ≥ 1,5). Pemodelan penurunan dilakukan menggunakan pendekatan konsolidasi primer dan sekunder berdasarkan model Gibson & Lo, sementara analisis stabilitas menggunakan metode keseimbangan batas dengan variasi perkuatan geotekstil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi mortar busa mampu mengurangi penurunan sebesar 60–95% dan meningkatkan faktor keamanan sebesar 8–15% dibandingkan timbunan tanah konvensional. Dari sisi biaya, alternatif desain berupa kombinasi timbunan tanah dan mortar busa pada titik kritis menghasilkan penghematan sekitar 18% dibandingkan desain eksisting. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis untuk optimalisasi desain timbunan pada proyek jalan tol di atas tanah organik, khususnya terkait pengendalian penurunan, peningkatan stabilitas, dan efisiensi biaya konstruksi.