Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship of Psychological Flexibility and Self-Efficacy in Medical Students Year 1 Universitas Swadaya Gunung Jati Fathurrohman, Nabiel; Fachruddin, Duddy; Meidianawaty, R. Vivi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61629

Abstract

Background: Self-efficacy tends to decline among first-year university students. Self-efficacy refers to an individual's belief in their ability to manage and complete specific tasks. Psychological flexibility involves a set of skills that individuals use when faced with challenging thoughts, emotions, feelings, or experiences. Aim: To analyze the relationship between psychological flexibility and self-efficacy in first-year medical students at Universitas Swadaya Gunung Jati. Methods: This study used an analytical observational method with a cross-sectional design. Data analysis was conducted using the Spearman correlation test. Measurement instruments used in this study included the Multidimensional Psychological Flexibility Inventory (MPFI) and the General Self-Efficacy Scale (GSES). A total of 172 first-year medical students from Universitas Swadaya Gunung Jati in Cirebon participated as respondents. Results: Based on the statistical analysis using the Spearman correlation test, the results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a statistically significant relationship between psychological flexibility and self-efficacy. The correlation coefficient (r) = 0.265 indicating a weak but positive correlation. Conclusion: There is a significant positive relationship between psychological flexibility and self-efficacy.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia di Poli Klinik Jiwa Rsud Waled Cirebon Rachmanita, Alifia; Fachruddin, Duddy; Hermansyah, Hermansyah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i10.61671

Abstract

Penyakit Skizofrenia masih menjadi permasalahan gangguan jiwa yang serius. Salah satu strategi dalam membantu kepatuhan pengobatan pasien skizofrenia adalah pendekatan dengan orang terdekat yaitu dukungan keluarga untuk mencegah kejadian relaps. Tujuan penelitian ini ntuk menganalisis hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di poli klinik jiwa RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada bulan juni-juli tahun 2024. Sejumlah 106 responden yang merupakan keluarga dengan pasien skizofrenia di poliklinik jiwa Rumah Sakit Umum Daerah Waled. Alat ukur menggunakan kuisioner dukungan keluarga dan Morisky Medication Adherence Scale-8. Data diolah secara statistik menggunakan uji korelasi rank sperman. Hasil didapatkan variabel dukungan keluarga berada pada kategori kurang (42,5%), dengan indikator dukungan emosional kurang (38,7%). Variabel kepatuhan pengobatan didapatkan mayoritas berada pada kategori sedang dan kurang (42,5). Uji hipotesis menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat (p value <0,000) dengan korelasi (r= 0,995) dengan korelasi kuat. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya intervensi keperawatan berbasis keluarga yang memperkuat dukungan emosional, edukasi berkelanjutan tentang manajemen skizofrenia, dan pengembangan program pendampingan keluarga untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mencegah kekambuhan pasien skizofrenia.