Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kebijakan Penanggulangan Stunting Di Kabupaten Kotawaringin Timur Noorliyana, Noorliyana; Saputra, Fajar; SKM, Ali
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61771

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Indonesia telah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas nasional melalui intervensi spesifik yang menyasar langsung penyebab utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan penanggulangan stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen kebijakan. Informan terdiri dari pemangku kebijakan (Dinas Kesehatan dan Bapperida), pelaksana program (puskesmas, petugas gizi, kader), serta penerima manfaat (keluarga balita). Analisis data menggunakan pendekatan Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kebijakan penanggulangan stunting telah tertuang dalam RPJMD dan diperkuat melalui regulasi daerah. Namun, dalam pelaksanaannya masih dihadapkan pada berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, kendala geografis, kurangnya sarana dan prasarana, serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Program terbukti efektif di wilayah dengan kader aktif dan kolaborasi lintas sektor yang kuat, seperti di Puskesmas Parenggean. Sebaliknya, wilayah seperti Bapinang menghadapi hambatan akses dan rendahnya pemahaman masyarakat. Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat, serta kemampuan adaptasi terhadap konteks lokal. Rekomendasi meliputi peningkatan kapasitas pelaksana, pemanfaatan data lokal untuk evaluasi, dan pendekatan edukatif yang sesuai dengan budaya setempat.