Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFFECTIVENESS BUTTERFLY PEA FLOWER (CLITORIA TERNATEA) NANOPARTICLES SYRUP ON BLOOD PRESSURE GRADE I IN HYPERTENSION PATIENTS Devita, Dian; Mardiyono, Mardiyono; Sudirman, Sudirman
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.2988

Abstract

Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu. Pencegahan hipertensi dengan terapi farmakologis dan nonfarmakologis yaitu dengan menggunakan kearifan lokal salah satunya menggunakan bunga telang untuk mengupayakan stabilitas tekanan darah sistolik dan diastolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sirup nanopartikel bunga telang terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi grade I. Desain penelitian ini quasy experiment dengan menggunakan rancangan pre-post test design with control group. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pidie pada bulan September sampai dengan Oktober 2024. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden dengan Teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan sirup nanopartikel bunga telang dosis 0,9 gr dengan kandungan antosianin 0,115 mg perhari selama 14 hari dan obat anti hipertensi dan kelompok kontrol diberikan obat anti hipertensi. Analisis data menggunakan Paired Sampel T test dan Independent Sampel T test. Hasil tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi mengalami penurunan rata-rata 28,300 mmHg (p=0,000) dan tekanan darah diastolik pada kelompok intervensi mengalami penurunan rata-rata 11,667 mmHg (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol terdapat penurunan rata-rata tekanan darah sistolik 0,867 mmHg (p=0,219) dan rata-rata penurunan tekanan darah diastolik 0,367 mmHg (p=0,469). Pemberian sirup nanopartikel bunga telang efektif untuk menurunkan tekanan darah sistolik (81%) dan tekanan darah diastolik (87%) (p=0,000). Pemberian sirup nanopartikel bunga telang selama 14 hari efektif untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi grade I.
Peningkatan Kesehatan Lanjut Usia Melalui Pelatihan Senam Kebugaran Lansia di Gampong Rambayan Lueng  Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie Risna, Risna; Devita, Dian; Amalia, Sri
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/djsear36

Abstract

Pembinaan kesehatan lanjut usia diharapkan akan menumbuhkan kemampuan lansia untuk mengatasi masalah kesehatan dengan upaya kesehatan paripurna dasar dan menyeluruh dibidang kesehatan usia lanjut yang meliputi peningkatan kesehatan, pencegahan, pengobatan dan pemulihan agar lansia dapat tetap sehat. Perubahan fisik lansia kian hari kian menurun, maka perlu dilakukan suatu kegiatan yang akan menggerakkan lansia untuk memiliki hidup yang lebih sehat, melalui program senam untuk lansia. Peningkatan kesehatan lansia melalui pelatihan senam kebugaran dilihat menjadi hal penting untuk dilakukan agar kesehatan lansia menjadi paripurna. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 01 Oktober 2025 di Gampong Rambayan Lueng Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie melibatkan peserta lansia sejumlah 30 orang, para dosen, mahasiswa STIKes Medika Nurul Islam, petugas kader kesehatan lansia dari desa. Metode pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan secara langsung di lapangan dan kantor desa setempat yang meliputi pemeriksaan pernafasan dan nadi sebelum dan setelah melakukan aktivitas dengan mencatat identitasnya (nama, umur, jenis kelamin). Kegiatan ini terlaksana dengan lancar, tertib dan sukses, dibuktikan dengan keaktifan lansia dalam kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan pemeriksaan pernafasan dan nadi sebelum dan setelah senam menunjukkan 65 % dalam batas normal, walau ada  35 % lansia yang tidak menunnjukkan nilai normal karena berkurangnya kemampuan fisik lansia akibat kemunduran fungsi organ jantung dan paru-parunya, dan sebaiknya aktivitas fisik disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan fisik lanjut usia.