Di usia remaja kecemasan memengaruhi beberapa sistem reproduksi seperti terjadinya disminorea dan mengganggu pola menstruasi. Teknik Relax merupakan terapi alternative berisi self-talk dan deep breathing exercise yang akan dikombinasikan dengan pemberian aromaterapi daun kemangi. Kandungan minyak atsiri dipercaya mampu menjadi perantara antidepresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi Relax yang dikombinasikan dengan aromaterapi daun kemangi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true eksperimen dengan pre and post two groups design. Responden merupakan remaja putri berusia 15-19 tahun dengan jumlah 64, dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol. Analisis hasil penelitian menggunakan uji Wilcoxon, Kruskal Wallis dan Man-Whitney. Hasil analisis pemberian Teknik Relax didapatkan kecemasan (p=0.005), dysmenorrhea (p=0.038), pola menstruasi (p=0.001) yang berarti terdapat pengaruh pemberian Teknik Relax untuk menurunkan kecemasan, dysmenorrhea dan pola menstruasi. Hasil analisis kombinasi Teknik Relax dan aromaterapi daun kemangi didapatkan kecemasan (p=0.001), dysmenorrhea (p=0.000) berarti terdapat pengaruh terapi kombinasi terhadap kecemasan dan nyeri dysmenorrhea sedangkan untuk pola menstruasi (p=0.194) tidak ada pengaruh pemberian terapi kombinasi terhadap pola menstruasi. Sehingga disimpulkan bahwa teknik Relax yang dikombinasikan dengan aromaterapi kemangi efektif mengatasi kecemasan dan nyeri disminorea tetapi tidak efektif pada pola menstruasi. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua terapi dalam mengurangi kecemasan (p=0,539) dan dismenore (p=0,527), yang menunjukkan efektivitas yang sebanding. Namun terdapat perbedaan signifikan untuk pola menstruasi (p=0,003) pada terapi Relax. Dapat disimpulkan kedua terapi berpengaruh terhadap kecemasan dan dysmenorrhea tetapi hanya terapi Relax yang berpengaruh pada pola menstruasi.