Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Proses Instalasi Jaringan Dengan Pendekatan Lean Manufaktur Dan Six Sigma: (Studi Kasus: PT. Telkom Akses Legok Tangerang) Echo Putra Tanjung; Merryanti Hasibuan; Uni Pratama Pebrina Br Tarigan
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1024

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses instalasi jaringan di PT. Telkom Akses Legok, Tangerang dengan pendekatan Lean Manufacturing dan Six Sigma guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi pemborosan. Fokus kajian diarahkan pada layanan Fiber To The Home (FTTH) yang relevan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang cepat, stabil, dan andal. Metode yang diterapkan meliputi Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan alur proses, Process Activity Mapping (PAM) untuk mengklasifikasikan aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah, serta Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang menimbulkan inefisiensi. Hasil observasi menunjukkan bahwa kondisi aktual proses instalasi membutuhkan waktu proses 50 hari kerja dengan lead time 53 hari kerja. Melalui penerapan Future State Mapping, perbaikan mampu menekan waktu proses menjadi 42 hari kerja dengan lead time 44,5 hari kerja, menghasilkan peningkatan efisiensi sebesar 16%. Faktor dominan pemborosan meliputi birokrasi yang berbelit, kurangnya integrasi sistem pendukung, serta koordinasi antartim yang masih lemah sehingga menghambat kelancaran alur pekerjaan. Analisis menunjukkan bahwa prinsip Lean dan Six Sigma efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut melalui eliminasi aktivitas non-value added, penyederhanaan alur, serta digitalisasi proses pendukung yang dapat mempercepat penyelesaian layanan. Rekomendasi perbaikan mencakup digitalisasi alur kerja untuk meminimalkan hambatan administratif, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang baku sebagai acuan pelaksanaan, pelatihan berkelanjutan mengenai penerapan Lean untuk seluruh tim, serta evaluasi rutin sebagai strategi perbaikan berkesinambungan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan instalasi jaringan.