Rahma, Nanda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PERTAMBANGAN BATU BARA PADA KESEHATAN LINGKUNGAN: A SYSTEMATIC REVIEW Rahma, Nanda
Health Safety Environment Vol 2 No 2 (2021): Health Safety Environment Journal (September 2021)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan batu bara masih menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang diminati dan menjadi salah satu industri utama sektor non migas, namun tidak dapat dipungkiri bahwa pertambangan batu bara menimbulkan banyak masalah salah satunya masalah kesehatan lingkungan. Dampak yang diberikan pada aktivitas penambangan batu bara secara masif merusak kualitas dan kuantitas lahan hijau, baik sejak pengeboran hingga pengolahan batu bara. Aspek air, tanah, dan udara pun menjadi tercemar akibat bahan-bahan toksik yang diantaranya terkandung arsenik, merkuri, berilium, timbal dan sebagainya. Puncak dari rusaknya lingkungan dan ketidakseriusan dalam pemanfaatan hasil tambang batu bara, serta pengelolaan limbah hasil penambangan batu bara akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya masalah pada sistem pernafasan baik bagi pekerja dan masyarakat sekitar lokasi tambang. Untuk menangani dampak yang ditimbulkan oleh penambangan batu bara diperlukannya kerjasama yang sinergis dan komitmen yang kuat antar semua elemen stakeholder. Tujuan pembuatan artikel penelitian ini adalah untuk dijadikan gambaran terkait dampak yang dihasilkan dari kegiatan penambangan batu bara pada kesehatan lingkungan berdasarkan 10 artikel penelitian yang telah dikaji melalui metode systematic review. Berdasarkan review yang kami lakukan, hasil menunjukkan bahwasannya penambangan batu bara dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi kesehatan lingkungan sekitar, yakni dapat menimbulkan pencemaran air, terjadinya perubahan struktur pada lahan, mengakibatkan kelangkaan keanekaragaman hayati, menurunkan tingkat kesuburan tanah serta menimbulkan berbagai penyakit infeksi saluran pernapasan akut.
DAMPAK PERTAMBANGAN BATU BARA PADA KESEHATAN LINGKUNGAN: A SYSTEMATIC REVIEW Rahma, Nanda
Health Safety Environment Vol 2 No 2 (2021): Health Safety Environment Journal (September 2021)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.999 KB)

Abstract

Pertambangan batu bara masih menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang diminati dan menjadi salah satu industri utama sektor non migas, namun tidak dapat dipungkiri bahwa pertambangan batu bara menimbulkan banyak masalah salah satunya masalah kesehatan lingkungan. Dampak yang diberikan pada aktivitas penambangan batu bara secara masif merusak kualitas dan kuantitas lahan hijau, baik sejak pengeboran hingga pengolahan batu bara. Aspek air, tanah, dan udara pun menjadi tercemar akibat bahan-bahan toksik yang diantaranya terkandung arsenik, merkuri, berilium, timbal dan sebagainya. Puncak dari rusaknya lingkungan dan ketidakseriusan dalam pemanfaatan hasil tambang batu bara, serta pengelolaan limbah hasil penambangan batu bara akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya masalah pada sistem pernafasan baik bagi pekerja dan masyarakat sekitar lokasi tambang. Untuk menangani dampak yang ditimbulkan oleh penambangan batu bara diperlukannya kerjasama yang sinergis dan komitmen yang kuat antar semua elemen stakeholder. Tujuan pembuatan artikel penelitian ini adalah untuk dijadikan gambaran terkait dampak yang dihasilkan dari kegiatan penambangan batu bara pada kesehatan lingkungan berdasarkan 10 artikel penelitian yang telah dikaji melalui metode systematic review. Berdasarkan review yang kami lakukan, hasil menunjukkan bahwasannya penambangan batu bara dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi kesehatan lingkungan sekitar, yakni dapat menimbulkan pencemaran air, terjadinya perubahan struktur pada lahan, mengakibatkan kelangkaan keanekaragaman hayati, menurunkan tingkat kesuburan tanah serta menimbulkan berbagai penyakit infeksi saluran pernapasan akut.