Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Debit Banjir di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara: Indonesia Dimas Harya Wisanggeni; Jessica Elisabeth Sitorus; Kahar Halim Prima Putra; M. Bagus Adityawan
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.2.327-338

Abstract

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dimulai tahun 2022 melalui Penetapan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara , menjadikan Kota Nusantara di Penajam Paser Utara, Kecamatan Sepaku, Provinsi Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) yang baru untuk menggantikan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. IKN dibangun dengan konsep Sponge City dengan ide dasar mengubah kota menjadi seperti spons yang mampu menyerap, menyimpan, dan mengelola air hujan secara efektif , sedangkan dalam beberapa tahun kedepan akan terjadi perubahan tata guna lahan pada Dearah Aliran Sungai (DAS) sehingga akan meningkatkan potensi banjir. Studi ini merupakan suatu upaya untuk memprediksi dampak perubahan tutupan lahan yang awalnya Kawasan kehutananan menjadi Kawasan Perkotaan. Lokasi studi berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan luas 5960 hektar terdiri dari kawasan hunian, perkantoran, pemerintahan, ruang terbuka hijau. KIPP berada di 3 SubDas yaitu SubDas Sanggai, SubDas Trunen, SubDas Sanggai yang memiliki Sungai Utama Sanggai, Trunen, dan Semuntai. Penelitian ini terbagi dalam 3 bagian yaitu pengumpulan data, permodelan hidrologi, dan analisis sensitivitas banjir terhadap perubahan tutupan lahan. Metode perhitungan debit banjir menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis SCS CN untuk mendapatkan peningkatan debit dan volume limpasan. Analisis Hidrologi menunjukkan terjadi perubahan nilai Curve Number sebesar 10-15% dalam rentang waktu tahun 2020 dan 2035, serta terjadi peningkatan debit puncak dan volume limpasan pada tahun 2035 sebesar 10% dibandingkan pada tahun 2020.