Lukitasari, Putri Emyta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Can Peritoneal Dialysis Be The First-Line Treatment For End-Stage Kidney Disease? A SWOt Analysis Sasmitaningsih, Irine Puspita; Aviati, Kurnia; Lukitasari, Putri Emyta; Mahananny, Nonnytha; Pranasari, Maria Carisita Suci Puspa; Sukartini, Ni Made
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1896

Abstract

End-stage kidney disease (ESKD) is a global health challenge, with kidney transplantation being the preferred treatment. However, due to a shortage of donor organs and medical complications, many patients rely on dialysis. Peritoneal dialysis (PD) is a promising alternative but is underused compared to hemodialysis (HD). This study explores whether PD could be considered a first-line treatment for ESKD, using a SWOT analysis to assess its strengths, weaknesses, opportunities, and threats. Method Systematic literature review (2015–2025) with SWOT framework. PD improves patients' quality of life with treatment flexibility and better preservation of kidney function. However, the risk of infection such as peritonitis is a weakness in the widespread use of PD therapy in the elderly and remote areas. The development of PD use requires government support in equalizing the distribution of healthcare professionals skilled in PD and providing reasonable cost reimbursement. PD has the potential to be an effective first-line treatment for ESKD, but its widespread use is constrained by various challenges. Addressing these barriers could enhance its accessibility and efficacy.
Analisis Kerjasama Lintas Sektor dalam Program Pemberian Makanan Tambahan Lokal pada Balita Gizi Kurang di Puskesmas Lukitasari, Putri Emyta
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v7i1.5804

Abstract

Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018 melaporkan prevalensi balita gizi buruk sebesar 13,8%. Sebagai upaya penanggulangan, pemerintah mengembangkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal. Data posyandu Kecamatan Kunjang pada Juni 2024 menunjukkan terdapat 79 balita dengan status gizi kurang. Pelaksanaan PMT tahun 2024 dilakukan secara kolaboratif lintas sektor, melibatkan puskesmas (ahli gizi dan bidan desa), pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, kader posyandu, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kendala yang dihadapi serta merumuskan solusi perbaikan program. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan analisis triangulasi data. Hasil menunjukkan adanya perbaikan status gizi pada 59 dari 79 balita. Meskipun koordinasi lintas sektor berjalan baik, masih ditemukan beberapa kendala dalam pelaksanaan. Rekomendasi dari hasil diskusi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program PMT pada tahun berikutnya.