Agustina, Wiwik
Program Studi Profesi Ners, STIKes Maharani Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ALBUMIN IKAN GABUS (Channa striata) TOPIKAL TERHADAP PERCEPATAN KONTRAKSI LUKA INSISI PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR THE EFFECT OF ALBUMIN EXTRACT CHANNA STRIATA TOPICAL ADMINISTRATION TOWARD THE ACCELERATION Putri, Rhista Christanti Susanto; Agustina, Wiwik
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.267 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v1i1.10

Abstract

Luka insisi adalah luka yang diakibatkan oleh cedera atau pembedahan. Ekstrak Albumin ikan gabus digunakan untuk merawat luka insisi karena peran utama albumin di dalam tubuh sangat penting, yaitu membantu pembentukan jaringan sel baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak ikan gabus (Channa striata) terhadap percepatan kontraksi luka insisi pada tikus putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar. Penelitian ini menggunakan true experimental pada 20 ekor tikus Wistar yang dibagi secara random ke dalam 4 kelompok yang telah diinsisi. Kelompok 1 merupakan kontrol yang dirawat lukanya menggunakan Normal Salin 0,9%, sedangkan kelompok 2 sampai 4 adalah kelompok yang diberi perawatan dengan ekstrak albumin ikan gabus dengan dosis yang berbeda (100 mg, 200 mg dan 400 mg) secara topikal selama 14 hari. Hasil  One Way ANOVA test p=0,00; α=0,05 dimana terdapat perbedaan yang signifikan terhadap percepatan kontraksi luka insisi antar kelompok, uji Regresi Linier menunjukkan bahwa seluruh dosis ekstrak albumin ikan gabus yang digunakan berpengaruh pada percepatan kontraksi luka insisi dengan presentase R-square 47% dan nilai koefisien korelasi yang kuat (R=0,688).  Dengan demikian terdapat pengaruh pemberian ekstrak albumin ikan gabus (Channa striata) terhadap percepatan kontraksi luka insisi pada dosis optimum 200 mg. Saran dari penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan sediaan dosis ekstrak albumin murni.
RUANG PRIVASI MENGAMBARKAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA PRIVATE ROOM DESCRIBE AGGRESSIVE BEHAVIOR IN ADOLESCENCE Purnomo, Agus Eko; Priyanto, Dwiyan Dwi; Agustina, Wiwik
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.293 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v1i1.12

Abstract

Tindakan kekerasan yang dilakukan remaja semakin meningkat, penyebab agresif meliputi keadaan homestatis, biologis, lingkungan, dan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian korelatif, yang bertujuan untuk menganalisa hubungan antara ruang privasi dengan perilaku agresif remaja dengan 47 responden  sesuai dengan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki ruang privasi kategori baik yaitu 36 orang (75,59%), sebagian besar responden yaitu 25 orang (53,19%) berperilaku agresif ringan. Pada analisis Spearman, menunjukan tidak ada hubungan signifikan antara ruang privasi dengan perilaku agresif remaja, hasil tersebut dimungkinkan karena ada faktor lain yang lebih mendukung seperti pola asuh, kekerabatan, tuna wisma, yatim piatu, pendidikan rendah, media komunikasi masal dan sebagainya. Saran penelitian ini bagi orang tua agar memperhatikan kebutuhan seorang remaja yang mencari ideal diri dengan memberikan ruang yang memenuhi kebutuhan meskipun dalam kondisi yang standar.