trigantara, regista
universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN ANGKA KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0-6 BULAN ANTARA YANG DIBERIKAN ASI EKSKLUSIF DENGAN YANG DIBERIKAN SUSU FORMULA DI POSYANDU KELURAHAN TANJUNGREJO KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG (Differences between Exclusive Breast feeding recipients and Fo trigantara, regista
Journal Nursing Care and Biomolecular Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : STIKes Maharani Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.321 KB) | DOI: 10.32700/jnc.v1i2.33

Abstract

Diare merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak, dengan perkiraan 1,3 miliar episode dan 3,2 juta kematian setiap tahun pada balita. Daerah kota malang bulan Januari-Juli terdapat 870 kasus diare untuk bayi berusia dibawah 1 tahun. Kejadian diare pada bayi disebabkan karena kesalahan dalam pemberian makan, dimana bayi sudah diberi makan selain ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan angka kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan antara yang diberikan ASI eksklusif dengan yang diberikan susu formula.Penelitian menggunakan desain Studi Komparasi pendekatan cross sectional.Terdiri dari dua kelompok sampel yaitu  yang diberikan ASI Eksklusif  berjumlah 16 responden dan yang diberikan Susu Formula berjumlah 26 responden di Posyandu Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun Kota Malang, dengan teknik pengambilan sampel yaitu Insidental Sampling dan analisa data dilakukan dengan uji Independent T-test. Dimana didaptkan nilai signifikansi sebesar 0,315 lebih besar dari P value sebesar 0,05, artinya tidak ada  perbedaan angka kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan antara yang deberikan ASI Eksklusif dengan yang diberikan Susu Formula.Hal tersebut menunjukkan perbedaan antara literatur dengan hasil penelitian. Kemungkinan hal yang membuat masih tingginya kejadian diare pada bayi yang diberikan ASI eksklusif adalah faktor lain diluar protektifitas yang terkandung dalam ASI, yaitu kurangnya kebersihan diri pada ibu, pemberian MP-ASI dini pada bayi berupa bubur, dan ibu mengkonsumsi makanan berserat tinggi. Saran perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menambah jumlah sampel dan mengendalikan confinding variable yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.