Arief, Ajie Al
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Elements of Change in the 2013 Curriculum and Its Impact on the Development of The Islamic Education Curriculum at the YPI Islamic Madrasah Tsanaiyah in the Batang Kuis District Fitri, Fitri; Arief, Ajie Al
International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Vol. 5 No. 2 (2025): The International Journal of Education, Social Studies, and Management (IJESSM)
Publisher : LPPPIPublishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/ijessm.v5i2.849

Abstract

This study examines the elements of change in the 2013 Curriculum and its impact on the development of the Islamic Education curriculum at Madrasah Tsanawiyah YPI in Batang Kuis District. The 2013 Curriculum introduced a significant shift in the Indonesian education system by emphasizing a balanced development of knowledge, skills, and character rooted in spiritual and social values. This research employed a qualitative descriptive approach to provide an in-depth understanding of these changes. Data were collected through document analysis of official curriculum guidelines, books, scientific articles, and previous studies, as well as in-depth interviews with teachers and administrators at the madrasah. The findings show that changes in graduation standards, content, processes, and assessments have encouraged the implementation of contextual and value-based learning approaches, such as integrating religious practices, scientific learning methods, and comprehensive assessment strategies. However, several challenges remain, including limited teacher understanding of the curriculum framework, insufficient resources, heavy administrative workloads, and difficulties in assessing affective competencies objectively. These obstacles affect the effectiveness of curriculum implementation at the madrasah level. The study highlights the importance of ongoing professional development for teachers, improved infrastructure, and collaborative involvement of educators, parents, and policymakers to ensure that the goals of the 2013 Curriculum are fully realized. The findings provide valuable insights for enhancing Islamic Education curriculum development in response to current educational demands.
Efektivitas Pengaruh Doa dan Dzikir sebagai Strategi Regulasi Diri dalam Proses Belajar Shiddiqy, Juhri Ash; Lubis, Lahmuddin; Arief, Ajie Al
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v6i3.2820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas doa dan dzikir sebagai strategi regulasi diri dalam proses belajar. Regulasi diri merupakan kemampuan individu untuk mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku guna mencapai tujuan belajar secara efektif. Dalam konteks pendidikan Islam, regulasi diri tidak hanya mencakup aspek kognitif dan metakognitif, tetapi juga aspek spiritual yang memiliki kontribusi signifikan terhadap ketenangan batin, fokus, dan motivasi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber primer berupa Al-Qur’an, Hadis, dan kitab klasik Islam, serta sumber sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, dan karya akademik yang relevan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) untuk mendeskripsikan, menafsirkan, dan mensintesis temuan dari berbagai literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa doa dan dzikir berperan penting dalam tiga aspek utama regulasi diri, yaitu motivasi, pengendalian emosi, dan perilaku belajar. Doa berfungsi mengarahkan niat, membentuk kesiapan mental, menumbuhkan rasa percaya diri, dan menguatkan motivasi intrinsik. Dzikir membantu menjaga ketenangan batin, memulihkan fokus saat terdistraksi, menurunkan kecemasan akademik, serta menumbuhkan rasa syukur dan optimisme. Keduanya efektif dalam meningkatkan konsentrasi, ketenangan, dan motivasi belajar jika dilakukan secara konsisten dan penuh penghayatan. Efektivitas ini diperkuat oleh kesadaran spiritual, dukungan lingkungan keluarga dan sekolah, serta manajemen waktu yang baik. Dengan demikian, doa dan dzikir bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga instrumen psikologis yang mampu mengintegrasikan kekuatan spiritual dengan pengaturan diri, sehingga proses belajar menjadi lebih fokus, tenang, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami.