Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rancang Bangun Creative Belt Desa Sidan Berbasis Web dengan Konsep Community Based Tourism Yuniari, Ni; Darma, I; Parwata, I
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1704

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengembangan Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Bali, sebagai desa wisata berbasis komunitas melalui pemanfaatan teknologi digital. Desa Sidan memiliki potensi wisata alam, budaya, seni, kerajinan, serta UMKM yang beragam, namun pengelolaannya masih terkendala rendahnya adaptasi teknologi, minimnya partisipasi masyarakat, dan lemahnya integrasi antar-stakeholder. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Sidan dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung pengelolaan pariwisata berbasis komunitas, memperluas promosi potensi lokal, serta membangun ekosistem kolaboratif antara pemerintah desa, Pokdarwis, dan UMKM agar tercipta keberlanjutan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, dirancang sebuah platform Creative Belt Desa Sidan berbasis web sebagai media promosi terpadu sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat dalam mengelola potensi lokal. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan partisipatif berbasis Community Based Tourism (CBT), di mana masyarakat terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Proses pelaksanaan terdiri dari audiensi awal, analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan platform, sosialisasi serta pelatihan perangkat desa dan Pokdarwis, implementasi teknologi, hingga evaluasi berkelanjutan. Platform yang dikembangkan menyajikan fitur peta interaktif, filterisasi kategori wisata, pop-up informasi detail, rekomendasi paket wisata, serta katalog produk UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa platform berbasis web ini berhasil meningkatkan akses informasi wisata, memperluas promosi produk lokal, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan desa wisata. Dampak awal yang dirasakan adalah tumbuhnya literasi digital, meningkatnya kolaborasi antar-stakeholder, serta terbukanya peluang pengembangan ekonomi kreatif. Ke depan, keberlanjutan program ini memerlukan penguatan kapasitas pengelola, pengembangan fitur tambahan, serta strategi promosi yang lebih intensif. Dengan demikian, Creative Belt Desa Sidan dapat menjadi model inspiratif desa wisata digital berbasis komunitas yang berdaya saing dan berkelanjutan.