p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kiwari IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Video Pendek Byon Combat Sport untuk Meningkatkan Brand Awareness di TikTok Jikho Agung Pratama; Diah Ayu Candraningrum
Kiwari Vol. 4 No. 3 (2025): Kiwari
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ki.v4i3.35409

Abstract

Social media, especially TikTok, plays a crucial role in engaging the younger generation. Byon Combat, a modern combat sports organizer in Indonesia, leverages TikTok to boost brand awareness through its For You Page (FYP) algorithm. Creative content such as match highlights, athlete stories, and viral challenges effectively reach a broader audience via this algorithm. This digital promotion strategy significantly increases engagement, as evidenced by growth in followers, likes, and comments. By combining entertainment with interactive elements, Byon Combat strengthens its image as an innovative sports organizer. Based on the AISAS framework (Attention, Interest, Search, Action, Share), this approach has proven effective, with 38.9% of brand awareness generated through TikTok promotions. These findings demonstrate TikTok’s potential to create emotional connections with audiences and enhance brand recall, especially within the sports industry. Media sosial, khususnya TikTok, memegang peranan penting dalam menarik perhatian generasi muda. Byon Combat, penyelenggara olahraga tarung modern di Indonesia, memanfaatkan TikTok untuk meningkatkan kesadaran merek melalui algoritma For You Page (FYP). Konten kreatif berupa cuplikan pertandingan, cerita atlet, dan tantangan viral secara efektif menjangkau audiens yang lebih luas melalui algoritma tersebut. Strategi promosi digital ini secara signifikan meningkatkan keterlibatan, yang terlihat dari bertambahnya jumlah pengikut, likes, dan komentar. Dengan menggabungkan elemen hiburan dan interaksi, Byon Combat memperkuat citranya sebagai penyelenggara olahraga yang inovatif. Berdasarkan kerangka AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share), strategi ini terbukti efektif, dengan 38,9% tingkat kesadaran merek berasal dari promosi melalui TikTok. Temuan ini menunjukkan potensi TikTok sebagai platform untuk membangun hubungan emosional dengan audiens dan meningkatkan daya ingat merek, khususnya di industri olahraga.
PERANCANGAN SIGN SYSTEM INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA EDUKASI PENGENALAN OBJEK PAMERAN DI MUSEUM Yenny Yung; Siti Nurannisaa Parama Bekti; Diah Ayu Candraningrum
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 01 Januari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum memiliki peran strategis sebagai lembaga pelestarian dan penyebaran pengetahuan mengenai warisan budaya, sejarah, serta ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Selain menjadi tempat penyimpanan koleksi, museum juga berfungsi sebagai media edukasi yang memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui objek-objek nyata. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat modern, minat pengunjung untuk mempelajari informasi mengenai koleksi museum cenderung menurun, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung di salah satu museum di Jakarta Timur yang menampilkan keberagaman budaya Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jumlah pengunjung mengalami peningkatan, sebagian besar pengunjung hanya memperhatikan aspek visual dari objek pameran tanpa membaca atau memahami informasi yang disediakan. Koleksi yang paling diminati adalah topeng Nusantara dan alat musik tradisional, hal ini karena menarik untuk difoto, informasi yang disampaikan tidak di baca hal ini karena tidak menarik perhatian karena media penyampaian informasinya masih bersifat konvensional dan kurang interaktif. Temuan ini menegaskan bahwa rendahnya minat dan motivasi pengunjung dalam mempelajari koleksi museum disebabkan oleh penyajian informasi yang belum mampu membangun keterlibatan kognitif dan afektif pengunjung. Oleh karena itu, museum perlu mengembangkan strategi komunikasi yang lebih kreatif dan adaptif, seperti penerapan sign system interaktif atau media digital edukatif, untuk meningkatkan minat belajar dan memperkuat peran museum sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.