Peringatan doa bersama dan istighosah dalam peringtaan hari jadi Kabupaten Kediri merupakan sebagai sarana penguatan spiritualitas dan pelestarian tradisi-tradisi masyarakat yang dilaksanakan pada 25 Maret 2025. Tradisi ini bukan hanya sekedar acara tahunan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai penguat identitas yang berbeda dan pemeliharaan tradisi lokal yang telah ada dari era Kerajaan Kediri. Melalui tradisi ini, terjadi adanya penyatuan sosial sehingga dapat menjebatani berbagai elemen masyarakat tanpa menghilangkan esensi budaya itu sendiri, dengan melakukan aktivitas keagamaan dan budaya seperti karnaval, pameran UMKM, pelaksanaan doa bersama dan istighosah yang merupakan bagian dari susunan acara peringatan hari jadi Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kualitaif, data yang adapat memalui obeservasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Adanya partisispasi masyarakat berupa kolaborasi antara pemerintahan, pemuka agama, tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga relevansi nilai-nilai spiritual yang ada, sehingga adanya doa bersama dan istighosah masyarakat dapat bergotong royong dan dapat memiliki rasa tolereansi antar agama dan perbedaan budaya, serta dapat mendukukng pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Kediri. 2) kegiatan doa bersama dan istighosah berperan signifikan dalam memperkuat spiritualitas, persatuan sosial, mepererat hubungan antar umat beragama, dan menurunkkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda untuk melestarikan budaya yang ada.