nimah, mufidah wardatun
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Doa Bersama dan Istighosah Sebagai Sarana Penguatan Spiritualitas dan Tradisi dalam Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri Nimah, Mufidah Wardatun
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 3 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i3.76972

Abstract

Peringatan doa bersama dan istighosah dalam peringtaan hari jadi Kabupaten Kediri merupakan sebagai sarana penguatan spiritualitas dan pelestarian tradisi-tradisi masyarakat yang dilaksanakan pada 25 Maret 2025. Tradisi ini bukan hanya sekedar acara tahunan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai penguat identitas yang berbeda dan pemeliharaan tradisi lokal yang telah ada dari era Kerajaan Kediri. Melalui tradisi ini, terjadi adanya penyatuan sosial sehingga dapat menjebatani berbagai elemen masyarakat tanpa menghilangkan esensi budaya itu sendiri, dengan melakukan aktivitas keagamaan dan budaya seperti karnaval, pameran UMKM, pelaksanaan doa bersama dan istighosah yang merupakan bagian dari susunan acara peringatan hari jadi Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kualitaif, data yang adapat memalui obeservasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Adanya partisispasi masyarakat berupa kolaborasi antara pemerintahan, pemuka agama, tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga relevansi nilai-nilai spiritual yang ada, sehingga adanya doa bersama dan istighosah masyarakat dapat bergotong royong dan dapat memiliki rasa tolereansi antar agama dan perbedaan budaya, serta dapat mendukukng pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Kediri. 2) kegiatan doa bersama dan istighosah berperan signifikan dalam memperkuat spiritualitas, persatuan sosial, mepererat hubungan antar umat beragama, dan menurunkkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda untuk melestarikan budaya yang ada.