p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HelFin Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TERAPI MENGGAMBAR MEMBANTU MENGONTROL KEKAMBUHAN HALUSINASI PENDENGARAN: DRAWING THERAPY HELP CONTROL RECURRENCE OF AUDITING HALLUCINATIONS Balbina Antonelda Marled Wawo
HelFin Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v2i1.6437

Abstract

Terapi menggambar merupakan jenis terapi okupasi yang mampu mendorong klien halusinasi mengekspresikan dan memahami emosi. Terapi menggambar dapat meningkatkan fungsi kognitif, afektif, dan psikomotorik sehingga mengurangi pengalaman halusinasi klien. Tujuan studi kasus ini mengimplementasikan terapi menggambar untuk mengurangi halusinasi pendengaran pasien gangguan sensori persepsi di RSKD Duren Sawit Jakarta Timur. Metode penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif proses keperawatan mulai dari tahap pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Terapi menggambar dilakukan kepada dua pasien gangguan jiwa dengan masalah keperawatan gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran bertempat RSKD Duren Sawit. Hasil studi kasus implementasi terapi gambar pada kedua pasien halusinasi pendengaran diperoleh penurunan tanda gejala halusinasi. Kesimpulan terapi menggambar membantu mengendalikan tanda gejala halusinasi jika diberikan secara rutin.
TERAPI MUSIK KLASIK MOZART MENGONTROL INTENSITAS HALUSINASI PENDENGARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN AUDITORY HALLUCINATION RATING SCALE: MOZART'S CLASSICAL MUSIC THERAPY CONTROLS AUDITORY HALLUCINATION INTENSITY USING THE AUDITORY HALLUCINATION RATING SCALE APPROACH Balbina Antonelda Marled Wawo
HelFin Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/helfin.v2i2.7186

Abstract

Halusinasi merupakan gejala perubahan persepsi sensorik sehingga individu merasakan sensasi yang tidak nyata. Halusinasi jika tidak ditangani intensif, dapat menyebabkan kehilangan kontrol diri, pasien panik dan sulit dikendalikan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan manajemen fungsi persepsi sensori terapi musik klasik dalam mengontrol halusinasi pendengaran di RSKD Duren Sawit Jakarta Timur. Metode studi kasus ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan rancangan asuhan keperawatan sesuai tahapan proses keperawatan. Partisipan studi kasus berjumlah dua orang pasien dengan kriteria inklusi pasien yang mengalami manifestasi klinis halusinasi auditori, pasien dewasa, pasien yang mendapatkan persetujuan oleh perawat penanggung jawab sebagai partisipan, pasien yang suka dan bersedia mendengar musik klasik mozart. Studi kasus ini dilakukan selama enam hari dengan penerapan terapi musik klasik 1 kali setiap hari selama 15 menit di sore hari. Pengumpulan data menggunakan instrument Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS) dan dianalisis skor pre dan postnya. Hasil studi kasus skor AHRS pre dan post pasien satu dari 33 menjadi 14 sedangkan skor AHRS pre dan post pasien dua dari 29 menjadi 11, hasil evaluasi berdasarkan AHRS terlihat gejala yang kuat dari halusinasi pendengaran yaitu masih mendengar suara dengan intensitas rendah durasi lima sampai 1 menit. Rekomendasi terapi musik klasik efektif menurunkan intensitas dan durasi halusinasi pendengaran.