Kebisingan telah lama diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup manusia, efek jangka panjang dari paparan kebisingan tinggi yaitu stres, gangguan tidur, dan masalah kesehatan mental (Clark et al., 2020). Perencanaan akustik akan berperan signifikan, sebagai salah satu solusi untuk mereduksi kebisingan. Penelitian ini mengkaji optimalisasi material akustik untuk mereduksi kebisingan pada studio digital printing yang terhubung dengan rumah tinggal. Aktivitas di studio, seperti penggunaan alat cetak dan interaksi pegawai dengan pelanggan, menghasilkan tingkat kebisingan yang dapat mengganggu kenyamanan penghuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui simulasi komputer menggunakan software I-Simpa. Parameter akustik yang diuji meliputi clarity (C50, C80) dan reverberation time (RT15, RT30), serta variabel tambahan berupa biaya dan durabilitas material. Setelah material diuji, dari hasil simulasi dan skoring menunjukkan bahwa rockwool memiliki performa terbaik sesuai dengan standar ISO 3382 dan normalisasi data. Implementasi material ini dapat secara signifikan meningkatkan kualitas akustik ruang studio tanpa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan desain akustik dalam lingkungan binaan, khususnya untuk aplikasi pada ruang komersial yang berdekatan dengan hunian. Panduan ini juga relevan bagi arsitek, desainer interior, dan pemilik bangunan dalam memilih material akustik yang sesuai dengan kebutuhan ruang.