Penelitian ini fokus untuk mengetahui Pemanfaatan Kulit Kayu Gaharu sebagai Media Penulisan Mushaf Al-Qur’an di Museum Sejarah Al-Qur’an Tahun 2022. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pengolahan kulit kayu gaharu sampai menjadi sebuah naskah mushaf Al-Qur’an, persiapan proses penulisan Mushaf Al-Qur’an, serta untuk mengetahui keunggulan yang dimiliki naskah kulit kayu gaharu. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif serta menggandeng pendekatan Deskriftif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik observasi dilakukan dengan mengikuti diskusi Workhsop, dan mengikuti kegiatan PPL di Museum Sejarah Al-Qur’an. Teknik wawancara dilakukan dengan mewawancarai beberapa narasumber yang berkaitan langsung dengan judul skripsi peneliti, dan teknik dokumentasi dengan menggunakan handphone sebagai alat perekam dan pengambilan gambar. Kesimpulan penelitian ini adalah kulit kayu gaharu mampu dimanfaatkan untuk media naskah Mushaf Al-Qur’an. Pengambilan kulit kayu gaharu dari Deli Serdang membutuhkan peralatan seperti tali tambang, tangga, martil, pisau, dan gergaji. Setelah kulit kayu berhasil diambil dilanjutkan proses penjemuran dan pengupasan kulit bagian luar kayu gaharu. Alat untuk pengupasan kulit kayu gaharu ialah pisau. Setelah kulit bagian luar sempurna terkupas, dilanjutkan ke proses penghalusan naskah, setelah naskah halus kemudian dioleskan pewarna agar naskah lebih awet, setelah pewarna mengering dilanjutkan proses pembentukan naskah yaitu dilipat hingga menyerupai akordion. Persiapan penulisan mushaf di atas kulit kayu gaharu, kaligrafer mengumpulkan peralatan tulis yang dibutuhkan. Selanjutnya kaligrafer membuat kerangka margin (batas) di atas naskah tersebut. Jenis khat yang dituliskan yakni khat Naskhi, proses penulisan mushaf Al-Qur’an dengan meletakkan secara horizontal dan surah AlQur’an mulai dituliskan dari arah kanan ke kiri. Keunggulan kulit kayu gaharu yakni memiliki konteks historis, memiliki konteks budaya dan kualitas kulit kayu gaharu yang tebal, lentur dan tidak gampang patah.