Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan pernikahan pada generasi milenial yang telah menikah serta mengeksplorasi adanya perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 146 partisipan yang lahir antara tahun 1980 hingga 2000, telah menikah, dan tidak menjalani hubungan jarak jauh. Data dikumpulkan menggunakan Enrich Marital Satisfaction Scale (EMS) yang diadaptasi ke dalam konteks Indonesia. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif serta menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan melaporkan tingkat kepuasan pernikahan yang tinggi (M=97,50) dengan 78.8% responden berada dalam kategori kepuasan tinggi. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam kepuasan pernikahan berdasarkan jenis kelamin. Temuan ini mengindikasikan bahwa generasi milenial di Indonesia cenderung memiliki persepsi positif terhadap kualitas relasi pernikahan mereka, sejalan dengan pergeseran nilai dan peran gender yang semakin egaliter. Namun demikian, dinamika kepuasan pernikahan bersifat tidak statis, sehingga perlu perhatian terhadap faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas hubungan jangka panjang.This study aimed to describe marital satisfaction among married millennials in Indonesia and to explore potential gender differences. A descriptive quantitative approach was used, involving 146 participants born between 1980 and 2000, who were married and not in long-distance relationships. Data were collected using the Enrich Marital Satisfaction Scale (EMS), adapted to the Indonesian context, and analyzed descriptively along with an independent sample t-test. The results showed that the majority of participants reported high levels of marital satisfaction, with a mean score of 97.50 and 78.8% of respondents categorized as having high satisfaction. No significant gender differences in marital satisfaction were found. These findings indicate that Indonesian millennials generally hold a positive perception of their marital relationships, consistent with shifting values and increasingly egalitarian gender roles. Nevertheless, marital satisfaction is dynamic, warranting attention to factors that may influence relationship quality over time.