This Author published in this journals
All Journal Semiotika
Yanuarius, Eddo Yanuarius
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI DEBAT CAWAPRES INDONESIA TAHUN 2024: PELANGGARAN KESANTUNAN BERBAHASA DAN RESPON PUBLIK Yanuarius, Eddo Yanuarius
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol. 26 No. 2 (2025): SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to describe the forms of violations of politeness in debates based on Leech's theory, reveal the purpose of these violations, and identify the internal and external factors behind them. This study uses a descriptive qualitative approach with a documentation method as a data collection technique, and the analysis is carried out through pragmatic, contextual, and intertextual matching methods. The results of the study show that all candidates, namely Muhaimin, Gibran, and Mahfud, committed violations of politeness with various forms, purposes, and factors. Muhaimin violates the maxim of humility in the form of sarcasm aimed at cornering the opponent. Gibran is the candidate who violates it most often, with strategies in the form of belittling gestures, provocative use of foreign terms, and accusations against opponents to show dominance and public attention. Meanwhile, Mahfud committed violations by showing sarcasm and accusations to maintain self-esteem and control of discourse. Factors causing violations include emotional drives, personal ambitions, situational pressures, each candidate's communication style, the open debate structure, and time constraints. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pelanggaran kesantunan berbahasa dalam debat berdasarkan teori Leech, mengungkap tujuan pelanggaran tersebut dilakukan, serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data, dan analisis dilakukan melalui metode padan pragmatik, kontekstual, dan intertekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kandidat, yaitu Muhaimin, Gibran, dan Mahfud, melakukan pelanggaran kesantunan dengan bentuk, tujuan, dan faktor yang beragam. Muhaimin melanggar maksim kerendahan hati dalam bentuk sindiran yang bertujuan menyudutkan lawan. Gibran menjadi kandidat yang paling sering melanggar, dengan strategi berupa gestur meremehkan, penggunaan istilah asing secara provokatif, dan tuduhan kepada lawan untuk menunjukkan dominasi dan perhatian publik. Sementara itu, Mahfud melakukan pelanggaran dengan menunjukkan sindiran dan tuduhan untuk mempertahankan harga diri dan kontrol wacana. Faktor penyebab pelanggaran antara lain dorongan emosional, ambisi personal, tekanan situasional, gaya komunikasi masing-masing kandidat, struktur debat terbuka, dan keterbatasan waktu.