Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Blank Holder Force (BHF) dan Koefisien Gesek terhadap Cacat Wrinkling pada Proses Cup Drawing Trianto, Agung; Anggono, Agus Dwi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blank holder adalah bagian yang sangat penting dalam melakukan percobaan drawing dan salah satu bagian vital dalam mencegah terjadinya cacat wrinkling. Pada saat proses drawing berlangsung maka peran blank holder yang konstan sangat diperlukan supaya terjadinya cacat wrinkling dapat sedikit teratasi. Berkaitan dengan hal tersebut maka dengan melakukan variasi kekuatan force pada blank holder dapat diungkap pengaruh blank holder force terhadap hasil dari proses cup drawing. Dalam melakukan penelitian ini diawali dengan pembuatan dies dengan parameter yang telah ditentukan yaitu dengan menambahkan empat lubang pada blank holder dan empat tap baut pada dies, yang pada nantinya akan digunakan sebagai variasi kekuatan blank holder. Terdapat tiga variasi kekuatan blank holder 2,352 Nm, 1,7652 Nm dan 0,12 Nm disetiap bautnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian cup drawing dengan plat berbentuk silinder. Produk yang dihasilkan yaitu sebuah cup dengan diameter atas d1 : 46 mm, diameter bawah d2 :30 mm dan kedalaman h : 15 mm. Bahan uji (blanks) yang digunakan yaitu plat alumunium yang memiliki beban ultimate 1,453 Kgf dengan ketebalan plat 0,11 mm, plat seng yang memiliki beban ultimate 7,280 Kgf dengan ketebalan plat 0,2 mm, plat alumunium (plat timah) yang memiliki beban ultimate 8,898 Kgf dengan ketebalan 0,3 mm dan plat alumunium (plat timah) yang memiliki beban ultimate 10,528 Kgf dengan ketebalan 0,32 mm. Dengan diameter benda uji (blanks) 64,8 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil terbaik terdapat pada plat yang memiliki beban ultimate 10,528 Kgf dengan ketebalan 0,32 mm dan besar kekuatan blank holder 2,352 Nm. Sedangakan pada plat yang memiliki beban ultimate 1,453 Kgf dengan ketebalan plat 0,11 mm mengalami cacat sobek disemua percobaan. Dan Dalam perbandingan percobaan dengan pelumasan dan tanpa pelumasan mendapatkan hasil bahwa pengaruh koefisien gesek terhadap cacat wrinkling, percobaan dengan pelumasan memiliki hasil cacat wrinkling yang lebih rendah dibandingkan dengan percobaan tanpa pelumasan.
Analysis of Leptospirosis Incidence Based on Occupation and Knowledge in the Work Area of the Tulakan Community Health Center, Pacitan Regency in 2025 Trianto, Agung; Hargono, Arief; Arini, Ratih Dwi
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 11, No 1: Februari 2026
Publisher : Master of Epidemiology, Faculty of Public Health, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v11i1.29915

Abstract

Introduction: Leptospirosis is a zoonotic disease caused by the bacteria Leptospira interrogans and which is transmitted from animals to humans through direct contact with the urine of infected animals or contaminated environments, the main transmitting animals are rats. This study aimed to analyze the risk factors of sex, age, occupation, and knowledge and whether they influenced the incidence of leptospirosis. in the working area of the Tulakan Community Health Center, Pacitan Regency in 2025.Method: This type of research is a quantitative analytical research with a cross-sectional design. The sample in this study comprised the entire population of 152 participannt. Data were collected using secondary data observation techniques, leptospirosis case data, and primary data, including sex, age, occupation, and knowledge. Further data analysis was performed using univariate (frequency distribution) and bivariate (chi-square test) analyses.Results: The results of the bivariate analysis show only occupation variables is associated with the incidence of leptospirosis (P-value= 0.000 PR= 15.054; 95% CI= 5.763-39.323) and also the knowledge variable is statistically significant with the incidence of leptospirosis (P-value= 0.005 PR= 3.689; 95% CI= 1.432-9.504). Age and sex did not significantly influence the incidence of leptospirosis.Conclusion: Occupation and knowledge significantly influenced the incidence of leptospirosis in the area served by the Tulakan Community Health Center, Pacitan Regency in 2025.