Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Panggilan Gereja di Era Digital:: Menjawab Kebutuhan Jemaat dengan Pendekatan Kurikulum Maria Harris Sirongo, Binamonika; Essuy K. A Pit’ay; Degunias Ton; Dyoys Anneke Rantung; Stepanus Daniel
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v4i2.93

Abstract

Abstract: This study examines the relevance and implementation of Maria Harris's curriculum as a church's response to the challenges of ministry in the digital age. Maria Harris's curriculum, which focuses on five dimensions—didaskē (teaching), leitourgia (liturgy), koinonia (fellowship), kerygma (proclamation), and diakonia (service)—is considered relevant for holistically shaping the character, faith, and spirituality of the congregation. Using a qualitative approach with a literature study method, this article analyzes existing literature regarding the application of these five curriculum dimensions in digital contexts, such as online worship, digital biblical classes, and social media-based ministry platforms. The research findings indicate that integrating digital technology with the dimensions of the Maria Harris curriculum can significantly enhance the church's effectiveness in meeting the spiritual and existential needs of modern congregations. This article contributes to the theoretical and practical understanding of the church's adaptation in the digital age through a structured curriculum framework. Abstrak: Penelitian ini mengkaji relevansi dan implementasi kurikulum Maria Harris sebagai respons gereja terhadap tantangan pelayanan di era digital. Kurikulum Maria Harris, yang berfokus pada lima dimensi—didaskē (pengajaran), leitourgia (liturgi), koinonia (persekutuan), kerygma (pewartaan), dan diakonia (pelayanan)—dipandang relevan untuk membentuk karakter, iman, dan spiritualitas jemaat secara holistik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, artikel ini menganalisis literatur terkait penerapan kelima dimensi kurikulum tersebut dalam konteks digital, seperti ibadah daring, kelas biblika, dan platform pelayanan berbasis media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dengan dimensi kurikulum Maria Harris dapat secara signifikan meningkatkan efektivitas gereja dalam memenuhi kebutuhan rohani dan eksistensial jemaat modern. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman teoretis dan praktis mengenai adaptasi gereja di era digital melalui kerangka kurikulum yang terstruktur.
PERAN AYAH DALAM MANAJEMEN KELUARGA KRISTEN DIERA DIGITALISASI Abdi Syukur Siahaan; Degunias Ton; Lia Rosalia Sianturi
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 11 No 1 (2025): KENOSIS: JOURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/cmdesf67

Abstract

Keluarga Kristen masa kini menghadapi tantangan yang cukup berat yakni harus menyesuaikan dinamika keluarag dengan kemajuan peradaban―di era digitalisasi. Di era digital yang serba cepat, tantangan dalam menjaga prinsip-prinsip spiritual dan etika alkitabiah semakin meningkat bagi keluarga Kristen. Karaena itu, peran ayah dalam manajemen keluarga Kristen sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran ayah yang strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral, sesuai ajaran dalam Alkitab kepada keluarga Kristen. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menelusuri dokumen atau literatur seperti Alkitab sebagai fondasi utama, buku-buku, jurnal/artikel yang relevan berdasarkan topik. Hasil pembahasan dalam artikel ini menunjukkan tiga hal penting yakni, (1) manajemen keluarga Kristen berkaitan dengan pengaturan agar keluarga Kristen hidup tertata sesuai dengan ajaran Kristen. (2) Seorang ayah berperan sebagai pemimpin dan penggerak dalam keluarga. (3) dalam keluarga Kristen, tugas pokok ayah adalah menyemai nilai-nilai Kristiani. Kesimpulnya bahwa seorang ayah memiliki tugas yang sangat siginifikan kepada keluarga Kristen dalam menghadapi budaya modern.
Memahami Frasa Merendahkan Diri: Kajian Teologis Filipi 2:1-11 dan Implikasinya bagi Jemaat Masa Kini Helwen Pattikawa; Elsye Yusnengsih; Theofilus Faot; Diniyarti Rara Bolu; Degunias Ton
Visi Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2026): Visi Sosial Humaniora Edisi : Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/jexrsf37

Abstract

The humility of Christ is the core of Christian life, yet it is often viewed merely from a doctrinal perspective. This study employs a qualitative approach with a hermeneutical study, specifically exegesis of words and sentences, to explore the deeper meaning of the text. This article aims to understand how the Apostle Paul describes the humility of Christ. The analysis reveals that Christ’s humility conveys significance regarding His identity, soteriology, incarnation, and the omnipotence of God. Therefore, understanding the phrase "the humility of Christ" serves as an exhortation to follow His example.