Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Komparasi Mortar Busa dan EPS Geofoam Sebagai Alternatif Timbunan Pada Oprit Flyover Nurtanio Menggunakan Metode Elemen Hingga Damayanti, Dhea Singgih; Salwa, Massalsabila; Wintoro, Bayu; Maharanie, Dea Ayu
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol. 8 No. 2 (2026): E-ISSN 2714-7843
Publisher : Jurnal Teknik Sipil Terapan (JTST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v8i2.1377

Abstract

The construction of flyovers is an important effort to reduce traffic congestion, particularly at railway level crossings and roads with high traffic volumes. One such infrastructure is the Nurtanio Flyover in Bandung City. However, constructing its approach embankment is challenging because the project is located in a densely populated urban area with limited working space and highly compressible subgrade, making conventional embankments susceptible to excessive settlement. This study compares two lightweight embankment materials: foam mortar as the existing material and EPS geofoam as an alternative. The analysis was performed using the finite element method (FEM) in PLAXIS 2D to evaluate stability and settlement, while construction methods and Bill of Quantity (BoQ) analyses were used to compare construction duration and costs. The results show that EPS geofoam increases the safety factor by 62.45% under static conditions and 26.49% under seismic conditions, while reducing settlement by 59.47% compared to foam mortar. In terms of construction, EPS geofoam shortens the construction period by 31.70% but increases costs by 33.06%. Overall, EPS geofoam demonstrates superior technical performance in stability, settlement reduction, and construction efficiency, whereas foam mortar remains the more economical option because of its lower overall construction cost for the project.
Analisis Variasi Diameter Secant pile Untuk Galian Basement Pada Tanah Lunak Dwi Putri, Raden Adiesty; Nurmulyana, Nazhwa Daffina; Wintoro, Bayu; Dewi, Anna
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol. 8 No. 2 (2026): E-ISSN 2714-7843
Publisher : Jurnal Teknik Sipil Terapan (JTST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v8i2.1380

Abstract

Pembangunan basement pada kondisi tanah lunak memerlukan sistem penahan tanah yang mampu menjaga stabilitas galian dan mengendalikan deformasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter secant pile terhadap stabilitas dan deformasi galian basement serta menentukan diameter yang paling efisien. Analisis dilakukan pada galian sedalam 7,45 m di sebuah gedung komersial di Jakarta Selatan menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) dengan bantuan perangkat lunak Plaxis 2D. Variasi diameter secant pile yang dianalisis yaitu 0,6 m, 0,8 m, dan 1,0 m pada kondisi pembebanan statik dan gempa. Parameter evaluasi meliputi faktor keamanan dan deformasi maksimum berdasarkan SNI 8460:2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa galian tanpa perkuatan tidak memenuhi persyaratan faktor keamanan, sedangkan seluruh variasi secant pile mampu meningkatkan stabilitas galian hingga memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Namun, diameter 0,6 m menghasilkan deformasi maksimum sebesar 4,22 cm yang melebihi batas izin sebesar 3,725 cm, sedangkan diameter 0,8 m dan 1,0 m masing-masing menghasilkan deformasi maksimum sebesar 3,57 cm dan 3,13 cm sehingga memenuhi batas deformasi yang diizinkan. Berdasarkan hasil tersebut, diameter secant pile 0,8 m direkomendasikan sebagai alternatif yang paling efisien karena memenuhi persyaratan faktor keamanan dan batas deformasi sesuai SNI 8460:2017.