Isilaku , Vebriyanti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN TEORITIS MANAJEMEN KURIKULUM MERDEKA Isilaku , Vebriyanti
Journal of Islamic Education Management Research Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER)
Publisher : Pasca Sarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/jiemr.v2i2.1255

Abstract

Kurikulum merupakan jantungnya lembaga  pendidikan, karena  kurikulum dimaksudkan sebagai  pedoman  dalam pelaksanaan  kegiatan  pembelajaran  di lembaga  pendidikan  yang bersangkutan. Fakta  nyata  dalam pelaksanaan  kurikulum tentu  akan  ada  sebuah  perubahan  dalam sistem kurikulumnya. Sebuah  rencana  pembelajaran, sumber  pengajaran, dan  pengalaman belajar  yang telah  diprogramkan sebelumnya membentuk  kurikulum. Setiap  pendidik  dapat  menggunakan  kurikulum sebagai  acuan  dalam melaksanakan  proses  belajar  mengajar. Perkembangan  era  digital tidak  dari kurikulum. Salah satu tolak ukur pengembangan kurikulum pembelajaran  mandiri adalah  era  digitalisasi saat  ini. Selain  itu, cara  pendidikan  yang diterapkan  selama  ini di Indonesia seringkali  tidak mencerminkan  keadaan  guru dan  siswa. Akibatnya, Menteri Pendidikan  Republik Indonesia, Nadiem Makarim, mencetuskan  ide  kurikulum merdeka belajar  yang menjadi  solusi  dari permasalahan  yang ada  di dunia  pendidikan  Indonesia saat  ini. Tujuan penelitian  ini adalah  menjelaskan  kajian  teoritis manajemen kurikulum merdeka. Data  dalam penelitian  ini diperoleh  melalui  metode  studi  literatur, melalui  Artikel, Jurnal  dan  Buku  Tentang  Kurikulum Merdeka. Kurikulum merdeka menjadi  program yang diharapkan dapat  melakukan  pemulihan  dalam pembelajaran, dimana menawarkan tiga  karakteristik  diantaranya  pembelajaran  berbasis  projek pengembangan soft skill  dan  karater sesuai  dengan profil pelajar  pancasila, pembelajaran  pada  modul esensial  dan  stuktur kurikulum yang lebih fleksibel.