“Fusion food” merupakan sebuah ide mengkombinasikan berbagai jenis makanan yang berasal dari gaya hidup yang mulai tumbuh di Negara eropa khususnya inggris dan amerika. Istilah fusion merupakan kombinasi bahan baku (ingridients) dan cara memasak (method of cooking) antara dua atau lebih makanan yang berasal dari berbagai belahan dunia. Penelitian ini bertujuanuntuk membuat hal baru dalam bidang kuliner dengan membuat fusion food antara sajian amerika dengan contoh makanan burger dan sajian jepang dengan contoh makanan sushi, guna mengurangi efek junk food burger yang tidak sehat menjadi sehat , dengan menggabungkan sajian sehat dari jepang yaitu sushi. Metode yang digunakan penelitian ini ada 3 yaitu : observasi, uji organoleptik, dan uji daya tahan. Uji organoleptik mengundang 10 panelis, 5 panelis ahli dan 5 panelis umum. Analisis data dari uji organoleptik yaitu rasa,aroma,tekstur,danwarna digunakan Desriptif kuantitatif berbasis organoleptik. Dan untuk uji daya tahan dilakukan dengan cara pengamatan dan diletakkan pada ruangan tanpa pengatur suhu dan ruangan pendingin. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa produk mendapatkan nilai terbaik dari segi rasa,aroma,dan warna, sedangkan mendapat nilai kurang untuk bagian tekstur. Kesimpulan dari penelitian ini dari segi kualitas produk memiliki rasa yang gurih, aroma yang harum, tekstur yang kurang renyah, dan warna yang sangat menarik. Saran peneliti terkait dengan hasil penelitian dapat dilakukannya penelitian lebih lanjut tentang penelitian ini supaya mendapatkan hasil yang maksimal, dalam peluang bisnis diharapkan memiliki inovasi rasa yang unik agaragar bisa selalu menjadi daya tarik pembeli dan bisa bersaing dipasaran dengan produk yang serupa, dan memiliki strategi marketing yang baik