Ginanjar, Moch Gigin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANSAMBEL TOKTAK: PEMANFAATAN LIMBAH INSTRUMEN ANGKLUNG LEWAT PROSES RECYCLE DI INSTITUT SENI BUDAYA INDONESIA (ISBI) BANDUNG Ginanjar, Moch Gigin; Fausta, Ega; Daryana, Hinhin Agung
Sorai: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 16 No. 1 (2023): July
Publisher : Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sorai.v16i1.5081

Abstract

Dalam konteks tradisi budaya Sunda, bambu merupakan salah satu jenis bahan tumbuhan yang memiliki banyak fungsi, salah satunya sebagai bahan utama pembuatan alat musik angklung. Meski dikenal sebagai bahan yang murah dan mudah ditemukan di wilayah Sunda, namun karakteristik bahan bambu yang cenderung tidak tahan lama menimbulkan berbagai kondisi yang bermasalah. Eksistensi seni angklung yang terus berkembang hingga saat ini karena berbagai inovasi yang dilakukan seniman menyisakan persoalan. Di lingkungan pendidikan formal ISBI Bandung yang memiliki prodi Angklung dan Musik Bambu, pemborosan alat musik angklung masih menjadi masalah serius. Tulisan ini akan menjelaskan secara detail tentang pemanfaatan alat musik angklung bekas melalui proses daur ulang untuk menghasilkan ansambel baru yang disebut ansambel Toktak.
Peran dan Fungsi Aksentuasi Pada Musik Tari Kontemporer: Studi Kasus Karya Dongak Ginanjar, Moch Gigin; Darsono, Yoyon; Hakim, Denhaz Nurul
SELONDING Vol 21, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sl.v21i1.13883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi peran dan fungsi aksentuasi musik tari kontemporer serta urgensi kehadirannya dalam penciptaan musik tari kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus tunggal kualitatif (qualitative-single case study) yang meliputi proses tinjauan literatur dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data, serta menganalisis, menafsirkan (interpretasi), dan melaporkan hasil sebagai teknik analisis data, dalam karya Dongak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aksentuasi musik dalam tari kontemporer memiliki dua peran dengan fungsinya masing-masing, yaitu peran penanda dan peran petanda. Peran aksentuasi musik sebagai penanda dalam tari kontemporer berfungsi sebagai penebalan gerakan, sedangkan peran aksentuasi musik sebagai petanda berfungsi sebagai sinyal, kode, atau isyarat terhadap sesuatu yang penting. Selain itu, aksentuasi musik dalam tari kontemporer mempunyai kemampuan untuk menciptakan dinamika pertunjukan dan menarik perhatian penonton. Dengan demikian, peran dan fungsi tersebut menunjukkan betapa pentingnya kehadiran aksentuasi secara musikal pada sebuah pengkaryaan musik tari kontemporer. Penelitian di masa depan diharapkan untuk mengeksplorasi lebih rinci peran dan fungsi aksentuasi dalam mempengaruhi emosional penari dan penonton serta dampaknya pada pertunjukan. Selain itu, penelitian ini mungkin relevan dengan latar budaya dan genre musik lain yang mempengaruhi interpretasi dan aksentuasi musik tari kontemporer.