p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dekonstruksi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dunia Digital sebagai Neo-Panoptikon: Analisis Aspek Pengawasan Negara yang Berlebih dalam Novel 1984 Arga, Feliks Erasmus
Dekonstruksi Vol. 11 No. 04 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.4
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i04.344

Abstract

Dalam dunia digital masa kini, pengawasan negara terhadap warganya sudah mulai melalui sarana-sarana digital. Pegasus, yang dikenal sebagai salah satu aplikasi pengawas tercanggih masa kini menjadi alat negara untuk mengawasi warga negaranya melalui dunia digital. Melalui analisis terhadap novel 1984 karya George Orwell dan pemikiran Michael Foucault, artikel ini hendak melihat dalam konteks Indonesia bagaimana pengawasan negara yang berlebihan terhadap warga negara dapat mencela kebebasan warga negara sehingga membunuh demokrasi yang dijunjung tinggi konstitusi. Artikel ini juga akan memperlihatkan apa yang perlu dilakukan warga negara untuk menghadapi pengawasan yang berlebihan dari pemerintah dan negara.
Akal dan Tuhan: Sejauh Mana Sains Dapat Menunjukkan Jalan kepada Tuhan? Arga, Feliks Erasmus
Dekonstruksi Vol. 11 No. 01 (2025): Jurnal Dekonstruksi Volume 11.1
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v11i01.295

Abstract

Dalam sejarah umat manusia, entitas Tuhan selalu diandaikan ada dengan berbagai istilah dan pengertian. Ritual penyembahan kepada Entitas Tertinggi ini ditemukan di seluruh kebudayaan manusia. Ketika peradaban manusia mulai dimasuki sains dan ilmu-ilmu pasti lainnya, keberadaan Entitas Tertinggi ini mulai dipertanyakan. Hal ini terjadi karena Tuhan tidak bisa dibuktikan oleh metode saintifik. Akan tetapi melalui pendekatan abduksi, sains dapat menjawab kemungkinan keberadaan Tuhan. Tulisan ini hendak memperlihatkan bahwa Sains—dengan keterbatasan metode yang dimilikinya—dapat menunjukkan jalan menuju Tuhan.