Fuadul Umam
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Islam Nusantara: Model Integrasi Islam Dan Budaya Lokal Serta Tantangan Yang Dihadapi Fuadul Umam; Siiti Nabila, Siti Nabila
JSI: Jurnal Sejarah Islam Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Sejarah Islam
Publisher : Progam Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam Nusantara merupakan paradigma keislaman yang menekankan harmoni antara ajaran Islam dan budaya lokal di Indonesia. Paradigma ini lahir dari proses panjang akulturasi Islam dengan tradisi lokal yang menjadikannya model integrasi yang unik dalam diskursus keislaman global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Islam Nusantara sebagai model integrasi Islam dan budaya lokal dengan menyoroti peluang yang dihadirkan serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur akademik terkait Islam Nusantara dan interaksinya dengan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam Nusantara memiliki peluang besar untuk menjadi rujukan dalam menciptakan Islam yang inklusif dan moderat baik di tingkat nasional maupun global. Namun, tantangan berupa resistensi dari kelompok puritan, pengaruh modernisasi, dan minimnya literasi budaya masih menjadi hambatan dalam penguatan paradigma ini.
Dinamika Peradaban Maritim dan Agraris di Sulawesi Selatan: Sebuah Studi Sejarah Nurfaisa; Muzayyana Mufarrida; Fuadul Umam
Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Vol. 9 No. 2 (2025): Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian sejarah kepulauan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari interaksi antara dua pilar utama peradaban: budaya agraris dan budaya maritim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat yang tinggal di dua lanskap tersebut, dengan fokus pada masyarakat pesisir dan pedalaman di Sulawesi Selatan. Wilayah ini dipilih berdasarkan bukti sejarah yang menunjukkan perannya yang signifikan sebagai simpul penting dalam interaksi antara dunia agraris dan maritim, khususnya dalam pertukaran barang, budaya, dan kekuasaan. Studi ini menggunakan pendekatan historis-kualitatif dengan metode studi pustaka berbasis daring. Seluruh data dikumpulkan melalui eksplorasi sumber-sumber tertulis yang dapat diakses melalui internet seperti jurnal akademik, arsip digital, dan buku-buku ilmiah, tanpa observasi lapangan langsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal mengembangkan sistem adaptif yang memadukan pertanian darat (sawah dan ladang) dengan mata pencaharian maritim (nelayan, pelaut, dan perdagangan laut), serta membentuk identitas budaya yang cair dan hibrid. Interaksi ini turut membentuk jaringan perdagangan yang khas, sistem spiritual, dan struktur sosial yang unik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya narasi sejarah lokal dan memberikan kontribusi bagi pemahaman yang lebih mendalam mengenai pola-pola budaya di kepulauan Indonesia.
The Burial of History Behind Myth: Public Perceptions of Banten’s Mystical Powers and the Decline of Historical Awareness” Siti Khoiroh; Rama Aditiya Putra; Fuadul Umam; Fitriah; Agus Permana; Affan Ismail
Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islamm UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tanjak.v6i2.33894

Abstract

This article examines the decline of historical knowledge among the people of Banten, a phenomenon increasingly overshadowed by the dominance of supernatural-power myths within the collective memory. Although Banten holds a significant historical legacy through the glory of the Sultanate of Banten and its role in regional trade and political networks, the public is more familiar with sacred figures, jawara, and supernatural narratives than factual history. This study aims to identify patterns of public perception regarding supernatural power, explain the cultural factors that sustain mythmaking, and analyze their impact on historical literacy. Data were collected through literature review, field observation, in-depth interviews with traditional leaders and local communities, and documentation of cultural artifacts. The data were analyzed using content analysis and a descriptive-analytic approach supported by Halbwachs’ collective memory theory and Berger and Luckmann’s social construction theory to explain the internalization process of knowledge. The findings reveal that perceptions of supernatural power are shaped by oral traditions, local heroic narratives, and social-spiritual networks that reinforce the legitimacy of sacred figures. The dramatic, memorable, and identity-based nature of myths makes them more dominant than academic history, which is often perceived as formal and less accessible. Consequently, crucial aspects such as the political structure of the Sultanate, its economic dynamics, and its historical contributions become neglected. The study concludes that myths not only shape public perception but also weaken historical understanding. Therefore, revitalizing local history education through strengthened documentation, accessible scholarly narratives, and community involvement is necessary to balance myth and historical facht. Keyword: Banten; Myth; Supernatural Beliefs; Historical Knowledge; Cultural Perception; Banten Sultanate; Collective Memory.